Malang - Di antara jajaran bangunan tua nan ikonik di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang, berdiri sebuah tempat yang menyimpan jejak sejarah sekaligus menawarkan nuansa kekinian Cafe Buker Ijen. Bangunan bergaya kolonial ini dulunya merupakan bekas rumah dinas pegawai Belanda, namun kini disulap menjadi ruang kreatif yang hidup dan terbuka untuk publik.
Begitu memasuki area kafe, pengunjung langsung merasakan perpaduan antara arsitektur kolonial yang terjaga dan suasana modern yang hangat. Dinding tinggi, jendela besar, serta perabotan yang dipilih dengan cermat memberi kesan klasik yang berpadu harmonis dengan konsep ruang kreatif.
Tidak sekadar menjadi tempat ngopi, Cafe Buker Ijen menjelma sebagai wadah bagi komunitas dan seniman lokal. Di sini, kerap digelar berbagai acara seperti diskusi, pameran seni, pelatihan UMKM, hingga pertunjukan musik. Kafe ini menjadi bukti bahwa ruang sejarah bisa dihidupkan kembali dengan sentuhan ide segar dan semangat kolaboratif.
Keunikan lainnya adalah keberadaan taman yang luas dan asri di tengah kota. Area ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk bekerja, belajar, atau sekadar bersantai di bawah rindangnya pepohonan. Suasana tenang namun inspiratif membuat kafe ini cocok dijadikan tempat melepas lelah sekaligus menggali kreativitas.
Transformasi bangunan tua menjadi Cafe Buker Ijen membuktikan bahwa warisan sejarah tak harus dibiarkan usang. Sebaliknya, dengan pengelolaan yang tepat, bisa menjadi daya tarik wisata baru, ruang publik yang hidup, sekaligus simbol kolaborasi antara masa lalu dan masa depan Kota Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online