Minggu, 05 OKTOBER 2025 • 17:47 WIB

Kementerian UMKM Apresiasi Ekosistem Batik Malangan

Author

Apresiasi Ekosistem Batik oleh Kementerian UMKM (Pemkot Malang)

Malang - Kementerian UMKM RI lewat SMESCO Indonesia memilih Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Festival Batik 3 Kota dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional 2025. Peluncuran festival itu berlangsung di Jakarta pada 2 Oktober 2025. Malang, bersama Pekalongan dan Magelang, mendapatkan apresiasi atas komitmennya mengembangkan ekosistem batik.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut berbagai inisiatif tengah dijalankan untuk menjaga warisan batik Malangan. Dia menyebut acara Dekranasda Award 2025, program “Kemis Mbois”, pelatihan batik khusus difabel, dukungan legalitas produk, serta fasilitasi pemasaran dan riset batik. Dipaparkannya pula bahwa motif batik Malangan dahulu banyak terinspirasi motif candi Kerajaan Singhasari (kawung singosaren) dengan warna hijau, biru, cokelat. Kini motif batik berkembang ke gaya realis yang mengangkat alam, budaya, dan ikon kota agar lebih diminati generasi muda.

Wahyu Hidayat juga menunjukkan peran Malang Creative Center sebagai ruang pamer, workshop, dan pusat kreativitas batik. Dia menyatakan bahwa dukungan ruang kreatif seperti itu sangat membantu agar batik makin hidup di keseharian, bukan hanya di acara formal.

Staf Ahli Menteri UMKM, Sudaryono R. Lamangkono, mengingatkan bahwa sejak batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009, batik mendapat perhatian lebih. Ia berharap batik makin sering dipakai masyarakat, termasuk generasi muda.

Kota Malang mendapat plakat penghargaan dari Kementerian UMKM untuk langkah nyata dalam menguatkan ekosistem batik. Festival Batik 3 Kota dijadwalkan berlangsung di Malang pada 16–19 Oktober 2025 di Malang City Point.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kominfo Pemkot Malang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU