Minggu, 05 OKTOBER 2025 • 17:50 WIB

Perajin Batik Malang Hidupkan Motif Tumpal Candi sebagai Wujud Pelestarian Budaya

Author

Pengrajin Batik (Foto Istimewa)

Malang - Perajin batik di Kota Malang menciptakan karya baru yang mengangkat motif tumpal candi. Motif ini terinspirasi dari relief dan struktur candi kuno di wilayah Malang. Ide itu muncul agar batik lokal tetap relevan dan punya identitas kuat.

Para pengrajin menggambarkan bagian-bagian dari candi seperti pola tumpal, relief kisah klasik, dan elemen arsitektur candi ke dalam corak batik. Mereka mengadaptasi bentuk geometris dan garis relief menjadi ragam motif yang menarik. Lewat pendekatan ini, batik tidak hanya indah secara visual tetapi juga mengandung pesan budaya dan sejarah.

Pencipta motif menyebut bahwa motif tumpal candi menjadi pembeda dengan batik dari daerah lain. Dengan motif yang khas, batik Malang bisa lebih mudah dikenali. Pengrajin berharap motif ini dapat meningkatkan nilai estetika dan daya jual produk batik lokal.

Untuk mewujudkan motif tersebut, perajin mempelajari detail relief candi. Mereka mengamati bentuk ukiran, proporsi garis, dan struktur candi yang khas. Selanjutnya motif itu diuji dalam skala kecil sebelum diaplikasikan ke kain batik melalui teknik tulis, canting, atau kombinasi teknik modern agar efisien.

Selain estetika, motif tumpal candi dimaksudkan sebagai jembatan antara generasi muda dan warisan lokal. Dengan motif yang kuat identitasnya, generasi muda diharapkan lebih tertarik memakai batik Malang. Ide ini sekaligus membantu menjaga bahwa budaya lokal tidak tergeser oleh tren luas.

Upaya ini didukung beberapa komunitas batik dan instansi kebudayaan. Mereka memberi pelatihan motif, fasilitasi bahan, dan pameran untuk memperkenalkan karya motif tumpal candi ke publik. Hasilnya, semakin banyak konsumen memilih batik Malang sebagai produk dengan nilai budaya tinggi.

Motif tumpal candi kini menjadi salah satu wajah baru batik Malang. Karya ini menunjukkan bahwa kreatifitas dan rasa cinta budaya bisa bersatu dalam kain. Dengan itu, batik khas Malang tetap hidup, berkembang, dan makin dikenal masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU