Malang - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan jalur TransJatim Koridor 8 yang menghubungkan Malang dan Batu, sebagai upaya memperkuat konektivitas di kawasan Malang Raya. Menurutnya, layanan ini akan membangun mobilitas masyarakat yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau.
Bus TransJatim rute Malang–Batu ini berawal dari Terminal Hamid Rusdi (Kota Malang), melewati Terminal Landungsari (Kabupaten Malang), dan berakhir di Kota Batu. Panjang rutenya mencapai sekitar 42 kilometer. Tarif ditetapkan Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 bagi pelajar.
Jam operasional bus dimulai dari pukul 04.00 hingga 22.00. Interkval antar bus (headway) diperkirakan antara 15–20 menit. Untuk melayani rute ini, Pemprov Jawa Timur menyiapkan 15 unit bus: 14 unit aktif dan satu unit cadangan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik hadirnya koridor baru ini. Ia menilai TransJatim Koridor 8 bisa meredam penggunaan kendaraan pribadi dan mengurai kemacetan, terutama di titik padat seperti pusat perbelanjaan, kampus, dan kawasan heritage. Rute Koridor 8 mencakup Terminal Hamid Rusdi, kawasan pendidikan, pusat kota, hingga kawasan wisata di Batu.
Khofifah menuturkan, koridor ini adalah bagian dari rencana jangka panjang Malang Raya direncanakan memiliki tiga koridor TransJatim. Menurutnya, setiap koridor baru selalu membawa inovasi, seperti sistem pembayaran non-tunai dan teknologi keamanan, termasuk CCTV untuk mencegah kejahatan seperti pelecehan dan pencopetan.
Dengan hadirnya Koridor 8, diharapkan sistem angkutan umum di Malang Raya semakin terintegrasi dan memberi alternatif nyata bagi warga untuk beralih dari kendaraan pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung