Revitalisasi Seni Bantengan: Kebo Putro Joyo Anom Bangkitkan Lagi Tradisi Malang Lewat Dokumentasi Visual
Malang - Revitalisasi Seni Bantengan di Malang kembali mendapat energi baru. Kelompok Seni Bantengan Kebo Putro Joyo Anom bersama tim akademisi Universitas Bina Nusantara Kampus Malang bekerja mengangkat seni tradisi ini lewat dokumentasi visual yang lebih rapi dan modern. Program ini menjadi bagian dari Inovasi Seni Nusantara Kemdiktisaintek yang berfokus pada pelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Inisiatif ini muncul karena banyak anak muda Malang mulai jauh dari kesenian Bantengan. Padahal seni ini dulu menjadi identitas masyarakat. Melihat kondisi itu, tim pengabdian dan komunitas memulai kegiatan dengan sosialisasi untuk memahami kebutuhan pelestarian. Hasilnya terlihat jelas. Kelompok seni ini membutuhkan dokumentasi visual yang kuat agar jejak budaya tidak hilang.
Tim mengadakan pelatihan fotografi, videografi, dan bercerita visual. Anggota kelompok belajar memotret latihan, kostum, dan ekspresi pemain Bantengan. Mereka juga belajar dasar editing agar konten lebih siap dibagikan di media sosial. Peserta muda langsung antusias. Mereka mencoba berbagai sudut pengambilan gambar menggunakan kamera maupun ponsel.
Tahap berikutnya adalah dokumentasi langsung di ruang latihan dan saat pertunjukan. Gerakan pemain, tabuhan musik, hingga detail kepala banteng direkam dalam foto dan video. Anggota yang sebelumnya ragu memegang kamera mulai menghasilkan karya yang kuat. Semua dokumentasi disiapkan menjadi arsip digital sekaligus materi promosi budaya.
Kegiatan ini menghadirkan semangat baru untuk Kebo Putro Joyo Anom. Galuh Prasetyo sebagai ketua kelompok menilai dokumentasi seperti ini sudah lama diinginkan. Banyak pertunjukan Bantengan yang dulu tidak sempat direkam. Dukungan tim pengabdian membuat mereka lebih percaya diri menyimpan jejak tradisi dengan cara profesional. Anggota muda kini rutin mengunggah cuplikan latihan ke platform digital.
Hasil dokumentasi membuka peluang besar untuk edukasi, promosi wisata budaya, dan penelitian. Seni Bantengan berpotensi menjadi daya tarik budaya baru di Malang. Tim pengabdian juga mendorong komunitas untuk terus memperbarui konten agar tetap relevan.
Upaya ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa bergerak maju melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. Seni Bantengan kini semakin dekat dengan generasi masa kini. Tradisi ini punya peluang besar untuk terus hidup dan menginspirasi banyak orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung