Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 08:47 WIB

BINUS Malang Bersama Kemdiktisaintek Dorong Revitalisasi Seni Jaranan Lewat Film Dokumenter Komunitas

Author

Dosen Binus Malang menyerahkan bantuan kepada Komunitas Seni. (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - BINUS Malang bersama Kemdiktisaintek mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian seni tradisi melalui pendekatan yang relevan dengan era digital. Dukungan itu diwujudkan lewat program pengabdian masyarakat skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang menggandeng komunitas Seni Jaranan Campur Sari Turonggo Satrio Budoyo.

Program bertajuk Revitalisasi Seni Jaranan Campur Sari Turonggo Satrio Budoyo Melalui Film Dokumenter Berbasis Komunitas sebagai Media Inovasi dan Penguatan Ekonomi Kreatif ini berangkat dari kegelisahan bersama. Seni jaranan mulai kehilangan ruang tampil dan perhatian, terutama dari generasi muda. Kondisi ini mendorong BINUS Malang melalui tim pengabdian untuk hadir langsung mendampingi komunitas seni di tingkat desa.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas. Tim BINUS Malang tidak hanya memfasilitasi produksi film dokumenter, tetapi juga melibatkan anggota Turonggo Satrio Budoyo secara aktif. Komunitas terlibat dalam penyusunan cerita, penentuan lokasi, hingga praktik dasar produksi audio visual. Proses ini membuka pengalaman baru bagi para pelaku seni yang selama ini hanya berada di panggung pertunjukan.

Film dokumenter yang dihasilkan menampilkan dua sisi sekaligus. Pertunjukan jaranan menjadi wajah utama, sementara kisah di balik layar menjadi penguat narasi. Penonton diajak melihat proses latihan penari muda, peran sesepuh dalam menjaga pakem tradisi, serta dinamika komunitas dalam merawat kesenian yang mereka yakini sebagai identitas bersama.

BINUS Malang menempatkan film dokumenter ini sebagai media inovasi. Dokumentasi visual yang rapi dan terencana memberi nilai tambah bagi komunitas. Karya ini membuka peluang promosi yang lebih luas, baik untuk kepentingan festival budaya, pariwisata, maupun distribusi melalui platform digital. Dampaknya tidak berhenti pada pelestarian, tetapi juga menyentuh potensi ekonomi kreatif komunitas.

Dukungan Kemdiktisaintek melalui skema PISN memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa seni tradisi dapat berkembang tanpa kehilangan identitas ketika didukung oleh riset, pendampingan, dan teknologi yang tepat guna.

Melalui inisiatif ini, BINUS Malang dan Kemdiktisaintek bersama komunitas Seni Jaranan Campur Sari Turonggo Satrio Budoyo menegaskan bahwa seni tradisi tidak harus tertinggal oleh zaman. Seni jaranan kini memiliki medium baru untuk berbicara, menjangkau publik yang lebih luas, dan tetap hidup sebagai bagian dari ekosistem budaya dan ekonomi kreatif lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU