Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 08:21 WIB

Gulali Lawas Bertahan di Tengah Serbuan Jajanan Kekinian Malang

Author

Eksistensia Penjual Gulali (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Di sudut jalan Kota Malang, penjual gulali masih setia berdiri. Tangannya cekatan memutar gula cair panas. Bentuk bunga dan hati lahir dari tusuk bambu sederhana. Pemandangan ini kini makin jarang ditemui.

Jajanan kekinian terus bermunculan. Minuman boba, croffle, hingga dessert box menguasai etalase dan media sosial. Modal besar dan promosi digital membuat jajanan baru cepat dikenal. Gulali hadir tanpa kemasan menarik dan tanpa iklan.

Penjual gulali mengandalkan nostalgia. Pembelinya banyak dari orang tua yang mengenang masa kecil. Anak-anak datang karena penasaran melihat proses pembuatan langsung. Harga gulali masih terjangkau. Rata-rata Rp5.000 per buah. Jajanan kekinian bisa mencapai Rp20.000 hingga Rp40.000.

Strategi bertahan mereka sederhana. Pindah lokasi ke area sekolah dan car free day. Menjaga rasa dan bentuk khas. Menyapa pembeli dengan ramah. Interaksi langsung jadi kekuatan yang tidak dimiliki jajanan modern.

Gulali bukan sekadar makanan. Gulali adalah memori kolektif kota. Selama masih ada yang membeli dan menghargai prosesnya, penjual gulali akan terus bertahan di tengah arus tren yang cepat berubah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU