Malang - Tidak banyak yang tahu, Tugu Kota Malang diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno. Peresmian dilakukan pada 20 Mei 1953. Tanggal ini punya makna kuat. Soekarno menegaskan kemerdekaan Indonesia di kota yang dulu menjadi pusat administrasi Belanda.
Tugu ini bukan monumen biasa. Sebelumnya, Belanda sempat menghancurkannya. Tujuannya jelas. Menghapus simbol kemenangan rakyat Indonesia. Rakyat Malang tidak tinggal diam. Mereka membangun kembali tugu tersebut dengan semangat kolektif. Pembangunan ini menjadi bukti bahwa kekuasaan kolonial sudah berakhir.
Kehadiran Soekarno dalam peresmian memberi pesan tegas. Malang sepenuhnya berada di bawah Republik Indonesia. Tidak ada lagi simbol penjajah di pusat kota. Saat Kamu melintas di kawasan Tugu hari ini, Kamu sedang melihat jejak keputusan politik dan keberanian rakyat. Soekarno hadir bukan sekadar meresmikan bangunan. Ia menegaskan kedaulatan negara di tanah Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online