Life - RX King kerap mendapat cap negatif di ruang publik. Banyak orang langsung waspada saat melihat motor ini melintas. Sebutan motor begal melekat kuat, seolah RX King identik dengan tindak kriminal. Padahal, label tersebut tidak lahir dari fakta hari ini, melainkan dari ingatan masa lalu yang terus diulang.
RX King awalnya dikenal sebagai motor performa tinggi. Yamaha merilisnya dengan mesin dua tak yang responsif dan bertenaga. Pada era 1990-an, motor ini jadi simbol kebanggaan anak muda. Tarikannya kuat. Suaranya khas. Kecepatannya di atas rata-rata motor sekelasnya. Faktor inilah yang membuat RX King populer, bukan karena unsur kriminal.
Citra negatif mulai muncul ketika RX King sering digunakan dalam balap liar. Pada awal 2000-an, banyak razia jalanan mendapati motor ini terlibat adu kecepatan ilegal. Pemberitaan media kemudian membingkai RX King sebagai motor yang dekat dengan pelanggaran hukum. Narasi ini menyebar luas dan membentuk stereotip yang bertahan hingga sekarang.
Kondisi tersebut tidak lagi relevan dengan situasi saat ini. RX King justru mengalami pergeseran makna. Motor ini kini menjadi barang koleksi. Harga unit orisinal bisa mencapai puluhan juta rupiah. Banyak pemilik merawatnya secara detail, dari mesin hingga kelengkapan pabrik. RX King hadir di kontes restorasi, pameran otomotif, dan acara komunitas resmi.
Komunitas RX King juga berkembang dengan pendekatan yang berbeda. Mereka mengedepankan edukasi, keselamatan berkendara, dan kepatuhan lalu lintas. Aktivitas mereka terorganisir dan terbuka. Mayoritas penggunanya adalah pecinta otomotif yang menghargai nilai sejarah dan karakter motor legendaris ini.
Stereotip motor begal bertahan karena tampilan RX King yang ramping dan agresif. Suara knalpotnya mudah dikenali dan sering memicu prasangka. Banyak orang menilai dari visual, bukan dari konteks dan perilaku pengendaranya.
RX King adalah bagian dari sejarah otomotif Indonesia. Motor ini merekam satu fase penting budaya anak muda dan perkembangan industri kendaraan roda dua. Menyederhanakannya sebagai simbol kejahatan justru mengaburkan fakta yang ada.
Sudah saatnya melihat RX King secara utuh. Nilai motor ini tidak terletak pada cerita lama, tetapi pada bagaimana ia dirawat, digunakan, dan dimaknai hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online