Malang - Sebuah toko mendadak jadi perbincangan di Malang. Lokasinya di Terminal Hamid Rusdi. Dari kejauhan, tampilannya meyakinkan. Etalase terlihat jelas. Warna dinding rapi. Kesan toko aktif muncul kuat.
Orang yang mendekat baru sadar. Toko itu tidak ada. Yang terlihat hanya gambar di dinding. Tidak ada pintu. Tidak ada ruang. Tidak ada aktivitas jual beli.
Fenomena ini dikenal sebagai Toko Anomali di Hamid Rusdi. Warga dan pengguna terminal banyak merekamnya. Video dan foto cepat menyebar di Instagram dan Threads. Konten ini viral pada akhir 2025.
Efeknya bekerja karena sudut pandang. Dari jarak tertentu, gambar menciptakan ilusi ruang. Mata menangkapnya sebagai bangunan nyata. Saat jarak menyempit, ilusi runtuh.
Belum ada penjelasan resmi soal pembuatnya. Sebagian menyebut ini instalasi seni visual. Sebagian lain melihatnya sebagai eksperimen konten ruang publik. Yang jelas, ini bukan toko fisik.
Terminal Hamid Rusdi pun ikut terangkat namanya. Lokasi yang biasanya hanya dilewati, kini jadi titik foto. Banyak orang sengaja datang untuk membuktikan sendiri.
Fenomena ini menunjukkan satu hal. Visual kuat bisa mengalahkan logika jarak jauh. Di era media sosial, keunikan sederhana bisa jadi magnet perhatian.
Toko Anomali tidak menjual barang. Ia menjual pengalaman. Pengalaman tertipu mata. Pengalaman yang ingin dibagikan ulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung