Sepanjang 2025, aparat kepolisian menangani lebih dari dua ribu laporan tindak pidana. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kasus berhasil diselesaikan. Capaian ini menunjukkan kinerja penegakan hukum berjalan aktif, meski tantangan kriminalitas tetap tinggi.
Jenis kejahatan yang paling banyak terjadi adalah pencurian dengan pemberatan atau curat. Kasus ini menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis kejahatan lain. Curat banyak terjadi di lingkungan permukiman dan area publik, dengan sasaran rumah kosong, toko, serta fasilitas umum.
Selain curat, kasus penganiayaan juga menempati posisi atas. Kejahatan ini sering dipicu konflik personal dan masalah sosial di tingkat lingkungan. Kasus narkotika juga masih menonjol, menunjukkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba belum sepenuhnya terkendali.
Polisi juga mencatat kasus penipuan, kekerasan dalam rumah tangga, pencurian biasa, serta pencurian kendaraan bermotor. Meski jumlahnya tidak setinggi curat, jenis kejahatan ini tetap berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.
Secara umum, tren kejahatan di Kabupaten Malang mengalami penurunan tipis dibanding tahun sebelumnya. Namun, dominasi curat menandakan perlunya penguatan pencegahan, terutama di tingkat lingkungan. Peran warga menjadi kunci melalui peningkatan kewaspadaan, pengamanan mandiri, dan kerja sama dengan aparat setempat.
Data ini menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kesadaran kolektif dan partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polres Malang