Solar Panel Jadi Penyelamat di Aceh Tamiang, Listrik Darurat Hadir Saat Banjir Melumpuhkan
Life - Banjir yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan persoalan serius. Listrik padam. Aktivitas pengungsian terhambat. Di tengah kondisi itu, solar panel hadir sebagai solusi nyata dan cepat.
Panel surya menjadi sumber listrik darurat saat jaringan PLN belum pulih. Energi matahari dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan di tenda pengungsian, dapur umum, hingga posko relawan. Solusi ini langsung berdampak pada kebutuhan paling mendasar para penyintas.
Solar panel membantu penerangan darurat. Tenda pengungsian tetap terang saat malam. Area posko lebih aman. Aktivitas pengungsi tidak terhenti setelah matahari terbenam.
Dukungan listrik juga mengalir ke dapur umum dan posko logistik. Peralatan masak bisa beroperasi. Distribusi bantuan berjalan lancar. Bahkan Water Treatment Plant bisa tetap berfungsi untuk menyediakan air bersih.
Fungsi lain yang krusial adalah pengisian daya ponsel. HP menjadi alat komunikasi utama bagi pengungsi dan relawan. Dengan listrik dari panel surya, koordinasi bantuan dan komunikasi keluarga tetap terjaga.
Keunggulan utama solar panel ada pada kecepatannya. Sistem ini tidak bergantung pada jaringan utama yang rusak akibat banjir. Energinya bersih. Tidak menghasilkan polusi. Cocok untuk situasi darurat dan lingkungan sensitif.
Pertamina Peduli menjadi salah satu pihak yang menyalurkan bantuan energi ini. Bantuan berupa paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Solar LED disalurkan ke lokasi terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Paket PLTS yang diberikan mencakup panel surya berkapasitas sekitar 590 Wp. Energi disimpan melalui baterai berkapasitas kurang lebih 2.000 Wh. Sistem ini dilengkapi inverter untuk mendukung berbagai kebutuhan listrik dasar.
Selain itu, Solar LED juga dibagikan untuk penerangan area pengungsian. Lampu ini mampu menyala hingga delapan jam setiap hari dengan tenaga matahari. Praktis. Mudah dipasang. Langsung digunakan.
Kehadiran PLTS dan Solar LED membawa dampak nyata. Aktivitas vital tetap berjalan. Rasa aman meningkat. Beban psikologis pengungsi berkurang. Cahaya di tengah gelap menjadi simbol harapan bagi warga terdampak banjir.
Solar panel tidak sekadar teknologi. Di Aceh Tamiang, ia menjadi bagian dari upaya kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan paling dasar manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online