Selasa, 27 JANUARI 2026 • 21:36 WIB

Menyusuri Makam Ki Ageng Gribig. Jejak Ulama Besar dan Sejarah Awal Kota Malang

Author

Makam Ki Ageng Gribig (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Makam Ki Ageng Gribig berada di kawasan Madyopuro, Kota Malang. Lokasi ini ramai dikunjungi peziarah dari Malang dan luar daerah. Sosok Ki Ageng Gribig dikenal sebagai ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran Islam di wilayah Malang dan sekitarnya.

Ki Ageng Gribig hidup pada masa awal perkembangan Islam di Jawa Timur. Ia dipercaya sebagai tokoh yang membuka wilayah Malang bagian timur. Dakwahnya menyatu dengan budaya lokal. Cara ini membuat Islam diterima tanpa konflik besar oleh masyarakat setempat.

Nama Gribig juga melekat kuat dalam tradisi masyarakat Malang. Banyak warga meyakini beliau sebagai tokoh yang memiliki karomah. Keyakinan ini tumbuh dari cerita turun-temurun tentang sikap hidupnya yang sederhana, dekat dengan rakyat, dan konsisten berdakwah.

Kompleks makam Ki Ageng Gribig tidak hanya berisi satu makam. Di area ini juga terdapat makam keluarga dan pengikutnya. Tata letaknya rapi dan terawat. Bangunan cungkup makam menunjukkan perpaduan arsitektur Jawa dan unsur Islam. Hal ini mencerminkan proses akulturasi budaya pada masanya.

Salah satu fakta menarik adalah waktu kunjungan peziarah yang meningkat pada malam Jumat Legi. Banyak orang datang untuk berdoa dan bertawasul. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan masih terjaga hingga sekarang.

Makam ini juga sering dikaitkan dengan sejarah perkembangan wilayah Madyopuro. Dahulu kawasan ini merupakan daerah penting dalam jalur penyebaran Islam dari pesisir menuju pedalaman Malang. Keberadaan makam menjadi penanda sejarah awal permukiman muslim di wilayah tersebut.

Bagi masyarakat Malang, makam Ki Ageng Gribig tidak sekadar tempat ziarah. Lokasi ini menjadi ruang belajar sejarah dan spiritualitas. Pengunjung bisa melihat langsung jejak dakwah Islam yang membentuk identitas budaya Malang hari ini.

Makam Ki Ageng Gribig mengajarkan satu hal penting. Sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku. Sejarah juga hidup di ruang-ruang sederhana yang terus dijaga oleh masyarakatnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU