Food - Di Kota Malang, Martabak Waikiki memilih jalur berbeda. Saat banyak martabak menawarkan varian greentea matcha, tempat ini tetap setia pada pandan suji sebagai pewarna adonan martabak manis.
Pandan suji digunakan langsung dari bahan alami. Daunnya diolah untuk menghasilkan warna hijau pekat. Warna ini bukan hasil perisa buatan. Aroma pandan terasa sejak martabak dipanggang.
Pilihan ini memberi identitas kuat. Rasa pandan suji lebih ringan dan bersih di lidah. Tekstur martabak tetap lembut tanpa rasa pahit yang kadang muncul pada matcha kualitas rendah.
Di tengah tren matcha, permintaan pasar memang meningkat. Banyak konsumen mencari menu berlabel matcha karena faktor popularitas. Martabak Waikiki membaca tren ini dengan cara berbeda. Mereka mempertahankan rasa yang sudah dikenal pelanggan lama.
Strategi ini terbukti efektif. Pelanggan datang karena rasa konsisten. Warna hijau pandan menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Produk tidak larut dalam arus tren sesaat.
Penggunaan pandan suji juga memberi nilai tradisi. Martabak tidak hanya mengikuti selera visual, tetapi menjaga rasa klasik. Hal ini memperkuat posisi merek di tengah persaingan kuliner Malang.
Martabak Waikiki menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti mengikuti tren. Keberanian menjaga bahan asli justru menciptakan pembeda. Di saat matcha merajai menu, pandan suji tetap menemukan penggemarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung