Malang - Patrol sahur di kawasan Kota Lama Malang masih terus lestari. Tradisi ini hadir setiap Ramadan untuk membangunkan warga agar tidak melewatkan sahur.
Kegiatan ini banyak digerakkan pemuda kampung. Salah satunya Gerprakkk atau Gerakan Pemuda Kampung Kebalen. Mereka berkeliling kampung menjelang subuh sambil memainkan musik ritmis tradisional.
Alat musik yang digunakan sederhana. Kentongan, drum, dan perkusi rakitan menjadi pengiring utama. Irama dimainkan berulang dengan tempo khas yang mudah dikenali warga.
Patrol sahur tidak sekadar membangunkan orang tidur. Tradisi ini menjadi ruang kebersamaan. Pemuda berkumpul, berlatih, dan bergerak bersama selama Ramadan.
Nilai kepedulian juga terasa kuat. Pemuda memastikan warga, terutama lansia dan keluarga, bisa bangun sahur tepat waktu. Interaksi sosial terbangun secara alami.
Seiring waktu, patrol sahur berkembang menjadi seni rakyat. Pola ritme dan kreativitas musik terus diolah. Setiap kampung memiliki ciri bunyi yang berbeda.
Tradisi ini kini mendapat pengakuan lebih luas. Musik patrol sering ditampilkan dalam Festival Musik Patrol Kota Malang. Dari gang kampung, patrol sahur naik ke panggung budaya kota.
Patrol sahur Kota Lama menunjukkan Ramadan tidak hanya soal ibadah personal. Tradisi ini merawat solidaritas, identitas kampung, dan warisan budaya Malang yang terus hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung