Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 23:51 WIB

Pemuda Asal Kasembon Ditemukan Tewas di Sungai Konto Usai Dilaporkan Hilang Saat Berburu Biawak

Author

Pengangkatan Jenazah MRLP, pemuda asal Desa Bayem. (Foto Istimewa)

Malang - Jenazah MRLP, pemuda asal Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan setelah dilaporkan hilang selama beberapa hari. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, di aliran Sungai Konto. Lokasi penemuan berada sekitar tiga meter dari titik awal korban dilaporkan hilang.

MRLP sebelumnya pamit kepada keluarga untuk berburu biawak pada Senin, 26 Januari 2026. Korban berangkat seorang diri menuju area sungai yang biasa digunakan warga setempat untuk berburu. Namun hingga keesokan harinya, MRLP tidak kunjung pulang. Keluarga yang merasa khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan pihak berwenang.

Proses pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan tim gabungan. Unsur yang terlibat antara lain SAR, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, serta warga sekitar. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Konto dan area bebatuan yang dinilai rawan. Medan pencarian cukup sulit karena arus sungai yang deras dan banyaknya batu besar di sekitar lokasi.

Selama pencarian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang tersebut antara lain sebuah ponsel, alat berburu, serta seekor biawak yang telah berhasil ditangkap korban. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa MRLP mengalami kecelakaan saat berada di sekitar sungai.

Pada hari keempat pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan tubuh korban tersangkut di bebatuan di tengah aliran sungai. Kondisi jenazah sudah tidak bernyawa saat dievakuasi. Petugas kemudian membawa jenazah ke darat dan melakukan pemeriksaan awal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa dugaan sementara korban terpeleset dan jatuh ke sungai saat berburu. Arus Sungai Konto yang cukup deras diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban tidak dapat menyelamatkan diri. Meski demikian, pihak berwenang tetap melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam kejadian tersebut.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah MRLP langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat berburu atau mencari hasil alam. Kondisi medan dan arus air yang berubah dapat membahayakan keselamatan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Group Media Malang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU