Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 23:19 WIB

Mitos Harta Karun dan Jejak Sejarah di Kuburan Londo Sukun Malang

Author

FKTKLH Kuburan Londo (Foto Istimewa)

Malang - Kuburan Londo atau Kuburan Belanda di kawasan Sukun, Kota Malang, menyimpan banyak cerita yang berkembang dari mulut ke mulut sejak puluhan tahun lalu. Salah satu mitos yang paling dikenal masyarakat berkaitan dengan penjarahan makam yang terjadi pada era 1980-an. Saat itu, beredar kepercayaan bahwa jasad warga Belanda dimakamkan bersama harta benda berharga.

Kepercayaan tersebut mendorong sejumlah warga membongkar makam-makam tua. Mereka berharap menemukan emas, perhiasan, atau barang bernilai lainnya. Aktivitas ini membuat banyak makam rusak dan kehilangan penanda identitas. Hingga kini, cerita tentang harta karun tersebut masih melekat kuat dalam ingatan warga sekitar, meski tidak pernah terbukti secara historis.

Selain mitos harta karun, Kuburan Londo juga dikenal dengan kesan angker. Area pemakaman ini dipenuhi nisan-nisan tua, patung marmer, dan pepohonan besar yang menciptakan suasana sunyi. Banyak warga menghindari kawasan ini pada malam hari karena cerita-cerita mistis yang berkembang. Namun di balik kesan menyeramkan, kuburan ini menyimpan nilai sejarah yang penting bagi Kota Malang.

Kuburan Londo merupakan tempat peristirahatan terakhir ratusan warga Eropa pada masa kolonial Belanda. Di antara makam-makam tersebut terdapat tokoh-tokoh penting, seperti dokter, penginjil, dan pegawai pemerintahan kolonial. Sayangnya, sebagian besar makam tidak lagi memiliki identitas yang jelas. Nama, tanggal, dan riwayat hidup orang-orang yang dimakamkan di sana perlahan hilang dimakan waktu.

Kondisi makam saat ini beragam. Sebagian terlihat rusak, tertutup lumut, atau patah. Banyak makam yang tidak lagi dikunjungi oleh keluarga karena keturunan mereka telah berpindah atau tidak terlacak. Situasi ini menambah misteri tentang siapa saja yang pernah menjadi bagian dari sejarah Malang pada masa kolonial.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kuburan Londo mulai dipandang sebagai situs sejarah, bukan sekadar lokasi angker. Sejumlah komunitas lokal dan pegiat sejarah melakukan pendataan ulang makam-makam yang ada. Mereka mencatat kondisi fisik, simbol, dan tulisan yang masih tersisa untuk mendokumentasikan nilai sejarah kawasan tersebut.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga Kuburan Londo sebagai kawasan cagar budaya. Pendataan diharapkan mampu menghentikan kerusakan lebih lanjut dan mengubah cara pandang masyarakat. Kuburan Londo tidak lagi dilihat sebagai tempat mitos harta karun, melainkan sebagai ruang pembelajaran sejarah yang merekam jejak masa lalu Kota Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU