Gate 13 Stadion Kanjuruhan Jadi Ruang Ziarah dan Doa Bersama Peringati Tragedi 1 Oktober 2022
Malang - Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kini memiliki makna yang jauh berbeda bagi masyarakat. Lokasi ini tidak lagi sekadar akses keluar masuk tribun stadion. Pintu 13 telah menjelma menjadi ruang ziarah dan doa bersama untuk mengenang Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.
Tragedi tersebut menewaskan ratusan orang usai pertandingan sepak bola. Gas air mata ditembakkan ke arah tribun penonton. Kepanikan terjadi. Banyak korban terjebak di pintu yang tertutup dan macet. Pintu 13 menjadi salah satu titik paling kelam dalam peristiwa itu.
Sejak tragedi tersebut, Aremania, warga Malang, dan suporter dari berbagai daerah rutin datang ke Pintu 13. Mereka berdoa, menangis, dan menabur bunga. Aktivitas ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang gugur. Bagi banyak orang, Pintu 13 dianggap sebagai area sakral yang menyimpan duka kolektif.
Tradisi doa bersama juga melibatkan pemain dan ofisial sepak bola. Pemain, pelatih, serta manajemen Arema FC kerap menyempatkan diri datang ke Pintu 13. Tim tamu seperti Persik Kediri dan Persijap Jepara juga melakukan hal serupa saat berkunjung ke Kanjuruhan. Mereka meletakkan bunga dan memanjatkan doa sebagai bentuk empati dan solidaritas.
Di depan Pintu 13, berbagai benda memorial terus terawat. Foto para korban terpajang berdampingan dengan jersey, syal, sepatu, dan rangkaian bunga. Benda-benda ini menjadi simbol duka yang nyata. Setiap barang membawa cerita tentang nyawa yang hilang dan luka yang belum sepenuhnya sembuh.
Ziarah biasanya dilakukan pada malam hari. Waktu tersebut dianggap lebih hening dan khidmat. Peringatan khusus seperti 40 hari dan satu tahun tragedi juga selalu dipusatkan di area ini. Saat Arema FC bertanding di Malang, Pintu 13 sering menjadi titik kunjungan sebelum atau sesudah laga.
Selain sebagai tempat doa, Pintu 13 juga menjadi simbol perjuangan menuntut keadilan. Banyak peziarah memaknai kehadiran mereka sebagai pengingat agar tragedi serupa tidak terulang. Area ini dijaga dengan penuh hormat oleh para pengunjung.
Pasca renovasi Stadion Kanjuruhan, Pintu 13 dipastikan tetap dipertahankan sebagai area memorial. Keputusan ini menegaskan komitmen untuk menghormati para korban. Pintu 13 akan terus berdiri sebagai pengingat sejarah dan ruang refleksi bagi semua pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung