Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 18:28 WIB

Kue Keranjang Mini Jadi Tren Imlek di Kalangan Anak Muda Malang

Author

Kue Keranjang Kekinian (Antara News)

Malang - Kue keranjang hadir dengan wajah baru menjelang perayaan Imlek di Kota Malang. Produk tradisional ini kini tampil dalam ukuran mini dan langsung menarik minat anak muda. Ukurannya yang kecil membuat kue ini bisa langsung disantap tanpa perlu dipotong seperti versi klasik yang berdiameter besar.

Beberapa pelaku UMKM di Malang mengaku permintaan meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Mereka memproduksi kue keranjang mini setiap hari hingga puluhan paket. Satu paket biasanya berisi beberapa puluh kue kecil yang dikemas dalam kotak menarik. Harga per paket berada di kisaran puluhan ribu rupiah. Angka ini dinilai terjangkau untuk dijadikan hantaran atau bingkisan saat Imlek.

Ukuran sekali makan menjadi nilai jual utama. Pembeli tidak perlu repot memotong atau menyimpan sisa kue. Produk ini juga lebih mudah dibagikan kepada teman, kolega, maupun keluarga. Banyak pelanggan memesan dalam jumlah banyak untuk kebutuhan hampers kantor atau komunitas.

Varian rasa ikut berkembang. Selain rasa manis klasik berbahan tepung ketan dan gula, produsen mulai menghadirkan pilihan rasa modern. Beberapa di antaranya menghadirkan sentuhan cokelat dan keju untuk menarik selera generasi muda. Inovasi rasa ini memperluas pasar dan membuat kue keranjang tidak lagi identik dengan konsumen usia tertentu.

Dari sisi kemasan, pelaku usaha menyesuaikan desain dengan selera milenial. Kotak dibuat lebih ringkas dengan warna cerah dan ilustrasi tematik Imlek. Kemasan praktis memudahkan promosi melalui media sosial dan marketplace. Sistem pre order juga diterapkan agar produksi lebih terkontrol dan mengurangi risiko kerugian.

Fenomena ini menunjukkan makanan tradisional mampu mengikuti perubahan pasar. Kue keranjang yang selama ini identik dengan ritual keluarga kini masuk ke ranah gaya hidup. Anak muda menjadikannya bagian dari tren berbagi hampers yang lebih personal dan estetik.

Pelaku UMKM melihat momentum Imlek sebagai peluang untuk memperluas jaringan pelanggan. Mereka tidak hanya menyasar konsumen Tionghoa, tetapi juga masyarakat umum yang ingin ikut merasakan suasana perayaan. Adaptasi ukuran, rasa, dan kemasan menjadi strategi agar produk tetap relevan di tengah persaingan pasar kuliner musiman di Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU