Malang - Menjelang Tahun Baru Imlek, kawasan Kelenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata, Kota Malang, dipadati pedagang musiman. Mereka membuka lapak di sepanjang area depan kelenteng dan menawarkan beragam pernak pernik khas Imlek.
Lapak mulai bermunculan satu hingga dua minggu sebelum hari perayaan. Aktivitas jual beli terus meningkat mendekati hari H. Warna merah tampak mendominasi hampir seluruh sudut kawasan. Ornamen, lampion, hingga aksesori bernuansa emas dan merah tersusun rapi di etalase sederhana.
Berbagai produk tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga yang bersiap merayakan Imlek. Pedagang menjual lampion merah dalam beragam ukuran. Angpao dengan desain shio terbaru juga menjadi salah satu produk yang paling dicari. Selain itu, terdapat hiasan gantung, ornamen dinding, hingga miniatur barongsai.
Tidak hanya dekorasi, pedagang juga menawarkan busana Imlek untuk anak dan dewasa. Model cheongsam dan atasan bernuansa merah dengan aksen emas banyak diminati. Beberapa lapak menyediakan mainan barongsai untuk anak-anak. Harga barang bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan kualitas bahan.
Salah satu pedagang, Erni Sugiani, mengatakan permintaan biasanya melonjak tajam tiga hari menjelang Imlek. Menurutnya, pembeli lebih banyak mencari dekorasi rumah dan perlengkapan sembahyang. Banyak pelanggan datang bersama keluarga untuk memilih barang secara langsung.
Lokasi di depan kelenteng menjadi titik strategis karena arus pengunjung cukup tinggi. Warga Tionghoa dan masyarakat umum datang untuk beribadah sekaligus berbelanja kebutuhan perayaan. Momen ini dimanfaatkan pedagang untuk meningkatkan omzet tahunan mereka.
Selain berjualan secara langsung, sebagian pedagang juga memanfaatkan media sosial. Mereka mempromosikan produk melalui marketplace dan Instagram. Cara ini membantu menjangkau pembeli dari luar Kota Malang dan meningkatkan penjualan.
Fenomena ini menunjukkan perputaran ekonomi musiman yang konsisten setiap tahun. Kawasan Eng An Kiong tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi menjelang Imlek. Keramaian pernak pernik merah menghadirkan suasana khas yang mempertemukan tradisi, budaya, dan perdagangan dalam satu ruang yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung