Malang - Langit Kota Malang beberapa waktu terakhir terlihat berbeda. Menjelang sore, warna langit berubah menjadi merah keemasan. Pemandangan ini menarik perhatian banyak warga.
Fenomena langit memerah sering terlihat sekitar pukul 17.00 hingga matahari terbenam. Cahaya matahari memantul pada awan tipis. Hasilnya langit tampak dramatis dengan gradasi merah, jingga, dan sedikit ungu.
Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk menikmati suasana kota. Beberapa memilih berhenti sejenak di pinggir jalan. Sebagian lain mengabadikan pemandangan dengan kamera ponsel.
Beberapa titik kota menjadi lokasi favorit melihat senja. Kawasan jalan Ijen sering dipilih karena ruang langitnya terbuka. Area jembatan dan jalan tinggi di sekitar Kota Malang juga memberi sudut pandang menarik.
Fenomena langit merah sebenarnya berkaitan dengan kondisi atmosfer. Saat matahari berada rendah di horizon, cahaya harus melewati lapisan udara lebih tebal. Cahaya biru tersaring lebih dulu. Warna merah dan oranye lebih dominan terlihat.
Bagi warga Malang, senja bukan hanya fenomena alam. Momen ini sering menjadi waktu jeda setelah aktivitas seharian. Suasana kota terasa lebih tenang ketika cahaya mulai meredup.
Pemandangan langit merah juga memperkuat citra Malang sebagai kota yang nyaman. Perpaduan udara relatif sejuk dan panorama langit terbuka menciptakan suasana yang jarang ditemui di kota besar lain.
Senja di Malang menjadi pengingat sederhana. Keindahan kota tidak selalu hadir dari tempat wisata besar. Kadang cukup melihat langit sore yang memerah di atas jalan kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung