Malang - Suasana iktikaf di malam-malam terakhir Ramadan di Alun-Alun Kota Malang diwarnai aksi menyalakan petasan oleh sejumlah warga. Peristiwa ini memicu gangguan bagi jamaah yang sedang beribadah.
Sejumlah masyarakat berkumpul di area alun-alun usai salat tarawih. Aktivitas awal berjalan normal. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang mulai menyalakan petasan di tengah kerumunan.
Suara ledakan cukup keras. Jamaah yang sedang iktikaf terlihat terganggu. Beberapa memilih menjauh dari pusat keramaian. Kondisi ini mengurangi kekhusyukan ibadah di malam yang seharusnya tenang.
Alun-alun selama ini menjadi ruang publik favorit. Lokasi ini sering digunakan warga untuk berkumpul, terutama saat Ramadan. Namun, penggunaan ruang tanpa kontrol memicu potensi gangguan seperti ini.
Petasan kerap muncul saat momentum tertentu. Data dari beberapa daerah menunjukkan peningkatan penggunaan petasan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri. Aktivitas ini sering menimbulkan keluhan karena kebisingan dan risiko keselamatan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting. Ruang publik perlu dijaga bersama. Aktivitas yang mengganggu ketertiban dan ibadah sebaiknya dihindari.
Masyarakat memiliki peran utama dalam menjaga suasana kondusif. Terutama di momen ibadah seperti iktikaf yang membutuhkan ketenangan.
Peristiwa di Alun-Alun Kota Malang ini menunjukkan pentingnya kesadaran bersama. Kenyamanan ruang publik tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada sikap warga dalam menghargai satu sama lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung