Selasa, 31 MARET 2026 • 22:09 WIB

Serunya Belajar Cinta Satwa di Kayutangan, Komunitas Reptil dan Burung Ajak Warga Lebih Peduli

Author

Komunitas Pecinta Satwa (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Kayutangan kembali jadi ruang hidup yang penuh aktivitas. Kali ini bukan sekadar tempat jalan-jalan atau berburu kuliner, tapi juga jadi ruang edukasi tentang satwa. Komunitas pecinta reptil dan burung turun langsung mengenalkan pentingnya mencintai satwa kepada masyarakat.

Kegiatan ini menarik perhatian pengunjung sejak pagi. Beberapa anggota komunitas membawa berbagai jenis reptil seperti ular, iguana, dan kura-kura. Di sisi lain, burung-burung eksotis juga dipamerkan. Pengunjung bisa melihat langsung, bahkan berinteraksi dengan satwa tersebut di bawah pengawasan.

Edukasi jadi fokus utama. Komunitas tidak hanya memamerkan satwa, tapi juga memberi penjelasan sederhana. Mereka menjelaskan cara merawat, habitat asli, hingga peran satwa dalam ekosistem. Banyak pengunjung yang awalnya takut, mulai berani mendekat setelah mendapat penjelasan.

Salah satu anggota komunitas menyebut, masih banyak masyarakat yang salah paham terhadap reptil. Ular sering dianggap berbahaya, padahal tidak semua jenis berbisa. Lewat kegiatan ini, mereka ingin mengubah cara pandang tersebut.

Antusiasme terlihat dari interaksi langsung di lokasi. Anak-anak mencoba memegang kura-kura, sementara orang dewasa bertanya soal perawatan burung. Momen ini jadi pengalaman baru yang jarang didapat di ruang publik.

Kegiatan seperti ini juga berdampak pada kesadaran lingkungan. Masyarakat mulai memahami bahwa satwa bukan untuk ditakuti atau disakiti. Satwa perlu dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari keseimbangan alam.

Kayutangan sebagai ruang publik terbukti efektif untuk kegiatan edukatif. Lokasinya yang strategis membuat pesan komunitas lebih mudah diterima banyak orang. Aktivitas ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi bisa dikemas dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Komunitas berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan. Mereka ingin menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda. Dengan pendekatan langsung, pesan mencintai satwa diharapkan bisa lebih kuat tertanam.

Melalui langkah sederhana ini, komunitas reptil dan burung di Kayutangan menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kecil. Edukasi, interaksi, dan pengalaman langsung jadi kunci untuk membangun kepedulian terhadap satwa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU