Selasa, 31 MARET 2026 • 23:14 WIB

Surga Tersembunyi di Kayutangan. Berburu Kuliner Lezat di Balik Lorong yang Tak Terlihat

Author

Lorong Kayutangan Tempat Surganya Kuliner. (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Kawasan Kayutangan di Malang selama ini dikenal sebagai destinasi heritage yang ramai dikunjungi. Bangunan lawas, spot foto estetik, dan deretan kafe modern jadi daya tarik utama. Namun, ada sisi lain yang jarang disadari. Tepat di balik lorong-lorong pertokoan, tersembunyi deretan kuliner yang rasanya tidak kalah dengan tempat populer.

Lorong ini tidak mencolok. Posisinya masuk ke dalam, di antara toko-toko yang tampak biasa dari luar. Banyak orang melewatinya tanpa sadar. Padahal, begitu masuk beberapa langkah, suasana langsung berubah. Aroma masakan khas langsung terasa. Aktivitas pedagang dan pembeli terlihat lebih santai dan akrab.

Di dalam lorong, kamu bisa menemukan berbagai pilihan makanan. Mulai dari nasi pecel, rawon, bakso, hingga jajanan tradisional. Menariknya, sebagian besar penjual sudah berjualan puluhan tahun. Mereka mengandalkan resep turun-temurun yang tetap dipertahankan sampai sekarang.

Salah satu yang jadi incaran adalah warung nasi campur sederhana. Tampilan tempatnya biasa saja. Meja kayu, kursi plastik, dan etalase kecil. Namun, soal rasa, banyak pelanggan mengaku kembali lagi. Porsi yang pas, bumbu yang kuat, dan harga yang ramah di kantong jadi alasan utama.

Tidak jauh dari situ, ada penjual bakso yang selalu ramai saat jam makan siang. Kuahnya gurih dan tidak terlalu berminyak. Tekstur baksonya kenyal. Banyak pekerja sekitar yang menjadikan tempat ini sebagai langganan harian.

Selain makanan berat, lorong ini juga menawarkan jajanan ringan. Kamu bisa menemukan gorengan hangat, kue basah, hingga es tradisional. Semua disajikan dengan cara sederhana, tapi tetap menggugah selera.

Keunggulan lain dari kuliner di lorong Kayutangan adalah harga. Rata-rata masih di kisaran terjangkau. Dengan uang belasan ribu rupiah, kamu sudah bisa makan kenyang. Ini jadi alternatif menarik dibandingkan kafe di area utama yang cenderung lebih mahal.

Bagi kamu yang suka eksplorasi, tempat seperti ini memberi pengalaman berbeda. Tidak hanya soal rasa, tapi juga suasana. Interaksi langsung dengan penjual, cerita di balik usaha mereka, dan nuansa lokal yang masih terasa kuat.

Banyak konten kreator kuliner mulai melirik lokasi seperti ini. Mereka membuktikan bahwa tempat tersembunyi justru sering menyimpan kejutan. Bahkan, beberapa video review menunjukkan antusiasme tinggi dari penonton terhadap kuliner hidden gem seperti ini.

Jika kamu berkunjung ke Kayutangan, coba luangkan waktu untuk masuk ke lorong-lorong tersebut. Jangan hanya berhenti di spot yang ramai. Justru di tempat yang tidak terlihat, kamu bisa menemukan pengalaman kuliner yang lebih autentik.

Kadang, yang paling berkesan bukan yang paling terlihat. Tapi yang perlu sedikit usaha untuk ditemukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU