Minggu, 19 APRIL 2026 • 23:15 WIB

Coretan Viral di Skate Park Merjosari Ternyata Proses Kreatif Mural, Ini Penjelasannya

Author

Namapak Dari Atas Mural Skate Park Merjosari (Foto Istimewa)
Malang - Coretan yang sempat viral di media sosial di area skate park Taman Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Selasa malam, 14 April 2026, akhirnya terjawab. Banyak warga awalnya mengira coretan tersebut sebagai aksi vandalisme. Fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Coretan itu merupakan bagian dari proses pembuatan mural. Seniman menggunakan teknik doodle grid atau squiggle grid. Teknik ini membantu memindahkan desain dari referensi ke bidang dinding dengan skala lebih besar dan tetap presisi.

Garis yang terlihat acak ternyata berfungsi sebagai panduan. Seniman akan melakukan mapping ulang sebelum masuk ke tahap sketsa utama. Cara ini memudahkan mereka menjaga proporsi gambar.

Alon Satria, salah satu pelaku di lokasi, menjelaskan bahwa tahap ini adalah fondasi penting dalam mural. Ia menyebut coretan tersebut bukan hasil akhir, tetapi bagian awal dari proses visual.

“Itu teknik awal sebelum kita menggambar. Grid bisa garis atau corat-coret seperti itu. Nanti kita mapping lagi dengan desainnya,” ujarnya saat ditemui pada Rabu malam, 15 April 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi komunitas Malang Street Culture. Komunitas ini terdiri dari berbagai subkultur seperti BMX, skateboard, hip-hop, DJ, hingga graffiti. Mereka memanfaatkan ruang publik sebagai medium ekspresi kreatif.

Proses pengerjaan sudah dimulai sejak dua hari sebelumnya. Area skate park dipilih karena menjadi titik berkumpul komunitas street culture di Kota Malang. Lokasi ini juga dinilai relevan dengan semangat kolaboratif yang mereka bawa.

Kasus ini menunjukkan pentingnya memahami konteks visual di ruang publik. Tidak semua coretan berarti perusakan. Dalam banyak kasus, itu adalah bagian dari proses kreatif yang belum selesai.

Bagi masyarakat, mengenali teknik dasar seperti doodle grid bisa membantu membedakan mana vandalisme dan mana karya seni. Edukasi sederhana ini bisa mengurangi salah paham dan mendukung ekosistem kreatif di ruang kota.

Di balik coretan yang terlihat sederhana, ada proses, teknik, dan kolaborasi yang berjalan. Skate park Merjosari kini tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga ruang ekspresi bagi komunitas kreatif di Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU