Malang - Kebutuhan bahan pokok yang stabil selalu membuka peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu yang konsisten dibutuhkan pasar adalah telur ayam. Produk ini tidak hanya dikonsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan utama bagi pelaku usaha kuliner, mulai dari warung makan hingga penjual makanan ringan.
Di wilayah Kidal, peluang ini semakin terlihat nyata. Saat ini tersedia stok telur hingga 2 ton dengan harga Rp22.000 per kilogram. Jumlah ini menunjukkan bahwa pasokan cukup besar dan siap diserap pasar. Menariknya, pembelian tidak harus dalam skala besar. Minimal ambil lima peti saja sudah bisa mulai menjalankan usaha.
Model usaha ini sangat cocok untuk pelaku UMKM, termasuk ibu rumah tangga atau pelaku usaha makanan berbasis rumahan. Telur mudah diolah, memiliki daya simpan yang cukup lama, dan bisa dijual kembali dalam berbagai bentuk. Margin keuntungan bisa didapat dari selisih harga jual eceran, apalagi jika dijual dalam bentuk produk olahan seperti telur rebus, telur asin, atau sebagai bahan utama menu makanan.
Dari sisi pasar, permintaan telur cenderung stabil sepanjang tahun. Tidak bergantung pada tren musiman. Hal ini membuat usaha telur relatif aman dibandingkan produk lain yang cepat berubah mengikuti tren. Dengan modal yang fleksibel dan risiko yang terukur, usaha ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun bisnis yang lebih besar.
Lokasi di Tumpang juga memberi keuntungan distribusi. Wilayah ini dekat dengan pusat kota Malang, sehingga memudahkan akses ke berbagai pasar dan konsumen. Bagi yang ingin mencoba usaha dengan perputaran cepat dan kebutuhan pasar yang jelas, telur ayam bisa menjadi pilihan yang realistis untuk dijalankan sekarang juga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung