Rabu, 27 MEI 2026 • 22:09 WIB

“Kakek” yang Akan Selalu Diingat Aremania, Lucas Frigeri Resmi Pamit dari Arema FC

Author

Lucas Frigeri (aremafc.com)

Malang - Perjalanan Lucas Frigeri bersama Arema FC akhirnya sampai di titik perpisahan. Kiper asal Brasil itu resmi mengucapkan salam pamit usai berakhirnya kompetisi Super League 2025-2026. Lewat unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, Frigeri menyampaikan rasa cinta dan hormatnya kepada klub yang telah ia bela selama dua musim terakhir.

Ucapan perpisahan itu langsung menyentuh hati banyak Aremania. Bukan hanya karena kontribusinya di bawah mistar, tetapi juga karena sikap dewasa dan penuh rasa terima kasih yang ia tunjukkan saat meninggalkan klub berjuluk Singo Edan tersebut.

“Hari ini adalah hari untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Arema FC, klub besar dan keluarga luar biasa yang telah saya pelajari untuk saya cintai dan hormati,” tulis Lucas Frigeri melalui akun Instagramnya, @lucasfrigeri01.

Kiper berusia 36 tahun itu memang menjadi salah satu sosok penting Arema dalam dua musim terakhir. Total, Frigeri mencatatkan 4.676 menit bermain dalam 54 pertandingan liga. Ia juga tampil dalam lima laga Piala Presiden 2024 dan ikut membawa Arema meraih gelar juara turnamen pramusim tersebut.

Selama berseragam Arema, Frigeri membukukan 10 clean sheet di kompetisi liga dan tiga clean sheet tambahan di Piala Presiden 2024. Meski kebobolan 77 gol selama dua musim, pengalamannya kerap menjadi penyeimbang lini pertahanan Arema di tengah performa tim yang naik turun.

Musim ini menjadi periode yang cukup berbeda bagi Frigeri. Kedatangan kiper lokal Adi Satryo membuat menit bermainnya turun drastis. Jika musim sebelumnya ia menjadi pilihan utama, musim 2025-2026 ia hanya tampil dalam 21 pertandingan dengan total 1.706 menit bermain.

Namun menariknya, statistik kebobolannya justru mengalami peningkatan. Rasio kebobolan Frigeri turun dari 1,48 gol per laga menjadi 1,38 gol per laga musim ini. Ia hanya kebobolan 29 gol dalam 21 pertandingan yang dimainkan.

Di balik statistik tersebut, ada satu hal yang membuat sosok Frigeri terasa dekat dengan Aremania. Ia tak pernah menjauh dari kritik maupun candaan tribun. Bahkan dalam pesan perpisahannya, Frigeri dengan santai menyinggung panggilan “Kakek” yang selama ini melekat padanya.

Julukan itu sempat ramai digunakan Aremania saat performanya dianggap menurun. Namun alih-alih tersinggung, Frigeri justru menerimanya dengan penuh kedewasaan. Sikap itu yang membuat banyak suporter semakin menghormatinya.

“Terima kasih untuk semuanya, Malang. Kalian akan selalu ada di hati saya. Dengan penuh kasih, Kakek Lucas Frigeri,” tulisnya menutup pesan perpisahan.

Bagi Arema FC, Lucas Frigeri mungkin datang sebagai pemain asing biasa. Namun ia pergi sebagai sosok yang meninggalkan cerita, loyalitas, dan kenangan yang sulit dilupakan Aremania.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU