Mengintip Standar Kebersihan Jepang Saat Membersihkan Babat Sapi, Sampai Putih dan Nyaris Tak Berbau
Life - Babat sapi sering dianggap sebagai bahan makanan yang sulit diolah. Aroma khas, lendir, hingga sisa kotoran membuat banyak orang merasa jijik sebelum menyantapnya. Namun di Jepang, babat justru diperlakukan dengan standar kebersihan yang sangat tinggi hingga tampil bersih, cerah, dan minim bau sebelum masuk ke meja makan.
Di berbagai restoran yakiniku dan olahan jeroan di Jepang, kualitas babat menjadi perhatian serius. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga higienitas. Karena itu, proses pembersihannya dilakukan dengan kombinasi teknologi modern dan ketelitian manual yang detail.
Tahap pertama dimulai dari pencucian awal menggunakan air mengalir. Proses ini bertujuan membuang sisa pencernaan dan kotoran yang masih menempel di permukaan babat. Meski terlihat sederhana, tahap ini dilakukan berulang kali hingga air bilasan tampak lebih bersih.
Setelah itu, babat masuk ke tahap pengelupasan lapisan mukosa. Bagian luar babat yang berwarna gelap dan berlendir biasanya menjadi sumber utama aroma tidak sedap. Untuk mengatasinya, pekerja akan menyiram atau merendam babat menggunakan air panas agar lapisan tersebut lebih mudah terangkat.
Di industri pengolahan daging modern Jepang, proses berikutnya dibantu mesin khusus bernama Cow Stomach Omasum Tripe Cleaning Washing Machine. Mesin ini bekerja dengan putaran dan tekanan air untuk merontokkan sisa kotoran yang masih menempel di sela-sela tekstur babat. Hasilnya, warna babat berubah lebih cerah dan tampak jauh lebih bersih dibanding kondisi awal.
Meski menggunakan mesin canggih, sentuhan manual tetap dianggap penting. Pekerja akan mengerik bagian yang masih memiliki selaput hitam atau kotoran membandel menggunakan pisau tajam. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap bagian harus benar-benar bersih sebelum dipasarkan atau dimasak.
Tahap terakhir adalah netralisasi bau. Babat biasanya direndam menggunakan campuran air dengan jeruk nipis atau cuka. Cara ini membantu mengurangi aroma amis tanpa merusak tekstur asli babat.
Standar kebersihan yang diterapkan Jepang membuat banyak orang terkejut saat melihat hasil akhirnya. Babat yang awalnya tampak gelap dan berlendir bisa berubah menjadi bersih, putih, dan siap diolah menjadi berbagai hidangan premium.
Tidak heran jika banyak restoran Jepang mampu menyajikan olahan jeroan dengan rasa yang lebih nyaman di lidah dan aroma yang tidak menyengat. Di balik tampilannya yang menggugah selera, ada proses panjang yang mengutamakan higienitas sejak awal pengolahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online