Banjir Kulit Sapi di Hari Kedua Idul Adha, Pengepul Lembur Sampai Malam Demi Kejar Penimbangan
Malang - Suasana berbeda terlihat di sejumlah tempat pengepulan kulit sapi pada hari kedua Idul Adha. Tumpukan kulit sapi memenuhi halaman gudang, sementara para pekerja masih sibuk menimbang, melipat, dan mengangkut kulit hingga larut malam. Lonjakan jumlah kulit kurban tahun ini membuat para pengepul harus bekerja ekstra demi menyelesaikan proses penimbangan sebelum kualitas kulit menurun.
Sejak pagi, kendaraan pikap hingga truk kecil silih berganti datang membawa kulit sapi dari berbagai masjid, musala, hingga panitia kurban di desa-desa sekitar. Aroma khas kulit mentah bercampur aktivitas bongkar muat menciptakan suasana yang begitu padat. Para pekerja terlihat tak berhenti bergerak. Sebagian bertugas membersihkan sisa daging dan lemak, sementara lainnya fokus mencatat berat dan kualitas kulit.
Salah satu pengepul mengaku volume kulit sapi pada Idul Adha tahun ini meningkat cukup tajam dibanding hari biasa. Bahkan hingga malam hari, antrean pengiriman masih terus berdatangan. Kondisi tersebut membuat para pekerja terpaksa lembur agar seluruh kulit segera diproses dan tidak rusak.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi hal penting dalam bisnis kulit kurban. Jika terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan, kualitas kulit bisa menurun dan harga jual ikut terdampak. Karena itu, proses penimbangan dan penggaraman harus dilakukan secepat mungkin.
Di tengah padatnya aktivitas, para pekerja tetap terlihat antusias. Sebagian bahkan sudah terbiasa menghadapi lonjakan pekerjaan setiap momen Idul Adha. Bagi mereka, musim kurban menjadi salah satu periode paling sibuk sekaligus paling dinanti karena jumlah pasokan meningkat drastis dalam waktu singkat.
Tidak sedikit warga yang turut menyaksikan aktivitas pengepulan tersebut. Banyak yang penasaran melihat proses penimbangan kulit sapi yang dilakukan secara manual dengan timbangan gantung berukuran besar. Beberapa anak muda bahkan membantu proses angkut untuk mempercepat pekerjaan.
Melimpahnya kulit sapi saat Idul Adha juga menjadi berkah tersendiri bagi rantai industri pengolahan kulit. Kulit-kulit tersebut nantinya akan dikirim ke berbagai daerah untuk diolah menjadi bahan baku kerajinan, sepatu, tas, hingga kebutuhan industri lainnya.
Meski tenaga terkuras hingga malam, para pengepul tetap berusaha menyelesaikan seluruh proses tepat waktu. Lampu gudang terus menyala terang saat sebagian besar warga mulai beristirahat. Di balik perayaan Idul Adha, ada para pekerja yang masih berjibaku dengan tumpukan kulit sapi demi menjaga kualitas dan nilai jual hasil kurban masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung