Life - Gunung Kawi di Kabupaten Malang selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata spiritual yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Namun, di balik citra tersebut, gunung dengan ketinggian 2.603 meter di atas permukaan laut ini juga menyimpan tantangan bagi para pecinta alam melalui jalur pendakian menuju Puncak Batu Tulis atau yang juga dikenal sebagai Puncak Kawinajang.
Puncak Batu Tulis menjadi salah satu tujuan favorit bagi pendaki yang ingin merasakan sensasi jalur pegunungan dengan tingkat kesulitan tinggi. Medan yang cukup ekstrem membuat jalur ini lebih direkomendasikan bagi pendaki yang telah memiliki pengalaman dan kesiapan fisik yang baik.
Pendakian umumnya dimulai dari Basecamp Precet yang berada di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Dari titik ini, perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam, tergantung kondisi cuaca dan kemampuan masing-masing pendaki.
Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi panorama hutan pegunungan yang masih alami. Vegetasi hijau yang lebat menciptakan suasana sejuk, sementara pepohonan yang dipenuhi lumut memberikan nuansa khas hutan pegunungan tropis. Jalur yang didominasi tanjakan serta beberapa medan terjal menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika kondisi tanah menjadi lebih licin.
Sesampainya di Puncak Batu Tulis, rasa lelah selama perjalanan seolah terbayarkan oleh panorama alam yang terbentang luas. Dari ketinggian 2.603 mdpl, pendaki dapat menikmati hamparan pegunungan di wilayah Malang Raya, terutama ketika cuaca sedang cerah. Kabut yang perlahan menyelimuti kawasan pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu fotografi alam.
Di sisi lain, Gunung Kawi memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan gunung-gunung lain di Jawa Timur. Kawasan lereng gunung telah lama dikenal sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Pesarean Gunung Kawi menjadi tempat ziarah yang didatangi masyarakat dari berbagai daerah, sementara Keraton Gunung Kawi menghadirkan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang masih terjaga hingga saat ini.
Keberagaman budaya tersebut terlihat dari arsitektur bangunan, tradisi, hingga berbagai kegiatan budaya yang rutin diselenggarakan di kawasan wisata. Kondisi ini menjadikan Gunung Kawi sebagai salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman wisata alam sekaligus wisata budaya dalam satu kawasan.
Fasilitas pendukung di sekitar kawasan wisata juga cukup lengkap. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan area parkir yang luas, warung makan dengan beragam pilihan kuliner, hingga penginapan yang tersedia bagi wisatawan yang ingin bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ataupun menikmati suasana pegunungan lebih lama.
Perpaduan antara jalur pendakian yang menantang, panorama alam pegunungan yang memikat, serta kekayaan budaya dan spiritual menjadikan Gunung Kawi sebagai destinasi yang memiliki karakter berbeda. Bagi pencinta petualangan, Puncak Batu Tulis menawarkan pengalaman mendaki yang menguji kemampuan. Sementara bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan dan nilai sejarah, kawasan Pesarean Gunung Kawi menghadirkan pengalaman yang sarat makna di tengah sejuknya lereng pegunungan Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung