Kamis, 16 JULI 2026 • 13:26 WIB

Misteri Pesugihan Gunung Kawi. Antara Mitos, Ritual, dan Fakta di Balik Tempat Ziarah yang Melegenda

Author

Pesarehan di Atas Puncak Gunung Kawi (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Life -  Nama Gunung Kawi di Kabupaten Malang sudah lama identik dengan kisah-kisah mistis. Di balik suasana pegunungan yang sejuk dan kawasan ziarah yang ramai didatangi pengunjung, berkembang berbagai cerita mengenai praktik pesugihan yang dipercaya mampu mendatangkan kekayaan maupun jabatan. Cerita tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi bagian dari legenda yang melekat kuat di masyarakat.

Meski demikian, para pengelola kawasan dan juru kunci berkali-kali menegaskan bahwa Gunung Kawi merupakan tempat ziarah dan doa, bukan lokasi untuk menjalankan ritual pesugihan. Namun berbagai kisah yang beredar tetap membuat kawasan ini diselimuti aura misterius dan mengundang rasa penasaran banyak orang.

Salah satu cerita yang paling dikenal adalah ritual dengan tumbal wedhus kendit. Kambing yang memiliki garis putih melingkar di bagian perut itu dipercaya menjadi syarat dalam ritual tertentu untuk memperoleh kekayaan atau kedudukan. Konon, ritual dilakukan pada malam-malam yang dianggap sakral, seperti Jumat Legi atau malam Satu Suro, dengan dipandu oleh seseorang yang diyakini memiliki kemampuan spiritual.

Dalam cerita rakyat yang berkembang, kekayaan yang diperoleh melalui jalan tersebut tidak pernah datang secara cuma-cuma. Berbagai kisah menyebutkan adanya konsekuensi berat yang harus dibayar. Salah satu mitos yang paling sering diceritakan adalah adanya tumbal berupa nyawa anggota keluarga atau orang terdekat sebagai balasan atas harta yang diperoleh.

Cerita mengenai perjanjian gaib itu menjadi salah satu alasan mengapa pesugihan Gunung Kawi begitu terkenal. Banyak masyarakat percaya bahwa siapa pun yang mengambil jalan pintas menuju kekayaan akan menghadapi konsekuensi yang tidak ringan. Walaupun tidak pernah terbukti secara nyata, kisah tersebut terus hidup sebagai bagian dari cerita lisan masyarakat Jawa.

Nama Gunung Kawi juga tidak lepas dari dua lokasi yang kerap dikaitkan dengan cerita pesugihan, yaitu kawasan Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi. Keduanya memiliki sejarah serta cerita yang berbeda, tetapi sama-sama sering menjadi bahan pembicaraan.

Pesarean Gunung Kawi merupakan tempat dimakamkannya Eyang Djoego atau Kiai Zakaria II bersama murid sekaligus anak angkatnya, Raden Mas Iman Soedjono. Kedua tokoh ini dikenal sebagai sosok yang dihormati karena jasa serta perjalanan hidupnya. Banyak peziarah datang untuk berdoa dan memohon keberkahan kepada Tuhan, sekaligus mengenang perjuangan kedua tokoh tersebut.

Di kawasan pesarean terdapat Pohon Dewandaru yang menjadi salah satu ikon paling terkenal. Pohon ini diyakini memiliki keistimewaan oleh sebagian masyarakat. Beredar kepercayaan bahwa seseorang yang sedang bertapa lalu kejatuhan daun, buah, atau ranting pohon tersebut akan memperoleh keberuntungan dalam kehidupan maupun usahanya. Kepercayaan inilah yang membuat banyak orang rela menunggu berjam-jam di sekitar pohon, terutama saat musim berbuah.

Sementara itu, Keraton Gunung Kawi juga tidak lepas dari berbagai cerita mistis. Tempat ini dipercaya sebagian orang sebagai lokasi bertapa untuk mencari wangsit, kelancaran usaha, hingga keberhasilan dalam karier. Walaupun demikian, aktivitas yang dilakukan pengunjung sangat beragam dan tidak semuanya berkaitan dengan cerita pesugihan.

Di balik seluruh kisah yang berkembang, masyarakat sekitar memandang Gunung Kawi sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi. Ribuan peziarah datang setiap tahun dengan tujuan berbeda-beda. Sebagian ingin mengenang jasa tokoh yang dimakamkan di sana, sebagian lagi berdoa memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran usaha, atau ketenangan batin.

Hingga kini, kisah pesugihan Gunung Kawi tetap menjadi bagian dari folklor yang sulit dipisahkan dari kawasan tersebut. Mitos tentang tumbal, ritual malam keramat, hingga Pohon Dewandaru terus menjadi bahan perbincangan. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita yang berkembang, Gunung Kawi masih menjadi salah satu destinasi religi dan budaya yang menyimpan perpaduan antara sejarah, kepercayaan masyarakat, serta misteri yang terus menarik perhatian banyak orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU