Pembukaan ICASVE 2025 di Gedung Widyaloka UB (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Transformasi digital tak hanya mengubah cara dunia bekerja, tetapi juga menuntut sistem pendidikan terutama vokasi untuk lebih adaptif, kreatif, dan solutif. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya menyelenggarakan gelaran prestisius International Conference on Applied Science, Vocational Education, and Entrepreneurship (ICASVE) 2025.
Konferensi ini tidak sekadar ajang akademik, melainkan sebuah momentum penting untuk menyatukan pemikiran lintas disiplin, budaya, dan negara. Mengusung tema besar “Empowering Vocational Education in the Digital Era”, ICASVE 2025 menghadirkan deretan pakar, akademisi, praktisi industri, hingga pelaku UMKM yang berbagi wawasan dan pengalaman tentang bagaimana pendidikan vokasi harus berevolusi di tengah gelombang disrupsi digital.
Salah satu sorotan utama konferensi adalah pembahasan tentang kewirausahaan berbasis inovasi. Dalam sesi pleno dan panel diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya mendorong semangat berwirausaha sejak dini tidak hanya pada tataran teori, tetapi juga praktik lapangan. Pendidikan vokasi, dalam konteks ini, dipandang sebagai motor penggerak yang mampu mencetak SDM unggul yang siap membuka lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja.
Tak hanya itu, topik seputar creative industry, digital upskilling, dan link-and-match antara kampus dan dunia industri juga menjadi bahan diskusi yang sangat diminati peserta. Konferensi ini pun menjadi ajang pamer hasil riset terapan dari mahasiswa dan dosen, mulai dari prototipe inovatif, model pembelajaran berbasis digital, hingga ide bisnis berbasis teknologi tepat guna.
ICASVE 2025 bukan hanya sebuah forum ilmiah, melainkan panggung kolaboratif yang mempertemukan ide, inovasi, dan aksi nyata. Diharapkan, semangat kolaborasi lintas sektor yang terbangun dari konferensi ini mampu mendorong lahirnya ekosistem pendidikan vokasi yang lebih inklusif, responsif terhadap perubahan zaman, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi.
Dengan semangat yang dibawa oleh ICASVE 2025, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan vokasi modern yang tak hanya responsif terhadap perubahan, tetapi juga proaktif menciptakan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung