Malang - Gubernur Jawa Timur, yang juga menjadi pembina utama Muslimat NU, memberikan pesan penting bagi anggota organisasi di Kota Malang: sebelum membagikan atau meneruskan informasi di media sosial, wajib dilakukan saring terlebih dahulu. Instruksi ini disampaikan dalam momentum peringatan Maulid Nabi dan pelantikan pengurus Muslimat NU di Malang.
Khofifah menekankan bahwa banyak berita yang tersebar secara viral namun belum dicek kebenarannya. Oleh karena itu, sikap bijak dalam menyortir berita menjadi langkah fundamental untuk memperkuat akhlak saat memanfaatkan informasi digital. Menurutnya, sikap semacam ini tak hanya soal etika bermedia sosial, tapi bagian dari pendidikan karakter seperti kejujuran, kesederhanaan, syukur, dan sabar — semua itu esensial untuk membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Tidak hanya soal literasi digital, Khofifah juga memberi perhatian pada aspek ekonomi anggota Muslimat NU. Ia mengingatkan pengurus di tingkat ranting agar menjauhi praktik rentenir dan pinjaman online ilegal yang berisiko merugikan. Solusinya adalah dengan memaksimalkan peran koperasi internal atau memanfaatkan fasilitas kredit legal dari bank daerah yang bunganya rendah, tanpa agunan, dan bersifat membantu pelaku usaha mikro di komunitas mereka.
Dengan demikian, penekanan yang disampaikan Khofifah menyampaikan dua pesan utama: pertama, ajakan bijak dalam berbagi informasi digital dengan prinsip “saring sebelum sharing”; kedua, dorongan kuat untuk menghindari jeratan pinjaman merugikan dan beralih ke sumber pembiayaan yang aman dan terjangkau. Semoga ajakan ini bisa memperkuat karakter dan kemandirian ekonomi masyarakat dari akar rumput.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News