Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 03:45 WIB

Pelatih Persija Ungkap Kekacauan di Kanjuruhan: Asisten Jatuh ke Saluran Air, Dua Ofisial Kena Kartu Merah

Pelatih Persija Ungkap Kekacauan di Kanjuruhan: Asisten Jatuh ke Saluran Air, Dua Ofisial Kena Kartu MerahKeributan dari official Tim (Foto Istimewa)
Malang - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka suara soal insiden panas dalam laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (8/11/2025). Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Persija 2-1 itu, terjadi keributan di tepi lapangan hingga dua ofisial Macan Kemayoran diganjar kartu merah.

Souza membantah tudingan bahwa dirinya bersikap emosional selama pertandingan. Ia mengaku hanya menyampaikan protes wajar terhadap keputusan wasit Yudi Nurcahya, yang dianggap keliru saat memberikan tendangan bebas kepada Arema FC di menit ke-12 momen yang kemudian berujung gol dari Valdeci Moreira Da Silva.

“Saya dapat kartu kuning karena hanya bilang ‘itu bukan pelanggaran’. Dari tendangan bebas itu Arema mencetak gol, lalu wasit datang dan memberi saya kartu kuning,” ujar Souza dengan nada kecewa.

Pelatih asal Brasil itu mengaku heran dengan keputusan tersebut karena merasa timnya tidak melakukan pelanggaran yang menyebabkan gol Arema. Ia bahkan menyinggung kejadian serupa saat Persija kalah 1-3 dari Borneo FC beberapa pekan sebelumnya. “Saat itu saya juga dapat kartu kuning, padahal saya tidak melakukan apa pun. Tapi wasit bilang itu tanggung jawab saya,” tambahnya.

Kekacauan semakin memuncak di akhir pertandingan. Souza menuturkan, bentrokan di pinggir lapangan bermula dari tindakan pemain Arema, Paulinho, terhadap winger Persija, Allano Lima. Situasi memanas dan berujung pada kericuhan antara ofisial kedua tim.

“Semua bangku cadangan Arema datang ke arah kami. Salah satu staf saya, Gerson Rios, sampai terjatuh ke saluran air di tepi lapangan,” ungkap Souza.

Akibat insiden tersebut, dua ofisial Persija diusir wasit, sementara hanya satu dari pihak Arema yang mendapat kartu merah. Souza mempertanyakan keadilan dalam keputusan tersebut. “Bukan kami yang mendatangi mereka, tapi mereka yang mendatangi kami. Tapi justru kami yang dapat dua kartu merah,” tegasnya.

Ia menilai, kejadian di Kanjuruhan menunjukkan perlunya peningkatan kualitas kepemimpinan wasit di liga. “Yang seharusnya dipertanyakan adalah kinerja wasit. Saya tidak ingin kemenangan dirusak oleh keputusan seperti ini,” ujarnya.

Souza menutup dengan menegaskan bahwa dirinya tetap profesional dan tidak emosional selama pertandingan. “Saya selalu tenang. Tapi saya juga manusia. Ketika keputusan tidak adil terjadi berulang kali, tentu saya kecewa,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Group Media Malang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pelatih Persija Ungkap Kekacauan di Kanjuruhan: Asisten Jatuh ke Saluran Air, Dua Ofisial Kena Kartu Merah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!