Malang - Program Sekolah Rakyat mencatat perkembangan signifikan karena keterlibatan berbagai pihak. Menurut Menteri Sosial, integrasi kementerian, pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi faktor penting.
Pelaksanaan awal memang mengalami kendala. Namun setelah bulan kedua dan ketiga, banyak hambatan mulai teratasi. Pelajar telah menyesuaikan sistem belajar yang diterapkan, termasuk kondisi mereka yang harus menjauhi orang tua sementara waktu. Guru-guru aktif mendampingi proses adaptasi. Pemerintah pun terus membangun fasilitas gedung secara permanen untuk menunjang pembelajaran.
Untuk wilayah Jawa Timur diprogramkan sekitar 26 lokasi rintisan. Nasionalnya, pemerintah menargetkan pembangunan 104 unit Sekolah Rakyat tahap kedua pada 2026, di atas lahan 5-10 hektar tiap lokasi. Tujuannya memperluas akses pendidikan dan membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dengan bekal kerjasama antar lintas sektor dan rencana pembangunan berkelanjutan, program Sekolah Rakyat bergerak ke arah yang lebih baik dan terukur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online