MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang saat ini sedang berusaha menangani longsor di jalur wisata Bromo tepatnya di kawasan Jalan Raya Gubugklakah.
Jalur tersebut merupakan akses krusial bagi para pelancong atau wisatawan yang ingin menuju kawasan wisata Gunung Bromo via Malang.
Sadono Irawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa meskipun akses jalan sempat lumpuh total, saat ini sepeda motor sudah mulai bisa melintas.
Baca juga: Film Pelangi di Mars, Cermin Ambisi dan Keberanian Baru Perfilman Indonesia
Namun, untuk kendaraan roda empat ke atas masih harus menunggu evakuasi material menggunakan alat berat.
"Benar (hanya bisa dilalui kendaraan roda dua). Alat berat dari Dinas PU Bina Marga masih berjalan, sudah akan mendekati lokasi dan dalam pengawalan BPBD," kata Sadono pada Jumat (9/1/2026).
Bencana tanah longsor ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama enam jam pada Kamis (8/1/2026) sore hingga malam hari.
Tingginya curah hujan mengakibatkan tebing setinggi 35 meter mengalami erosi hingga ambrol menutup badan jalan.
Timbunan tanah dan batu setebal 1 hingga 1,5 meter tersebut menutup ruas jalan sepanjang 10 meter.
Baca juga: Patung Macan Viral Ubah Wajah Ekonomi Desa, Penjual Gantungan Bermunculan
Saat ini, petugas gabungan bersama warga lokal masih berjaga-jaga di area kejadian guna mewaspadai kemungkinan adanya longsor lanjutan.
"Dibutuhkan waktu agak panjang untuk penanganan longsor di Gubugklakah," ucap Sadono.
Bagi wisatawan yang hendak kembali menuju Malang dari arah Bromo, petugas mengarahkan kendaraan untuk mengambil rute alternatif melalui wilayah Kabupaten Pasuruan agar perjalanan tetap lancar.
"Masih bisa lewat Pasuruan, tembusnya ke Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang," ucap dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara