kondisi Halte Kota Batu Yang Kumuh (Foto Istimewa)
Batu - Sebanyak lima halte bus di Kota Batu mengalami kerusakan berat. Tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 80 persen. Kondisi ini memicu keluhan warga dan pengguna transportasi umum karena halte dinilai tidak lagi layak digunakan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas halte dalam kondisi memprihatinkan. Atap banyak yang bocor. Bangku penumpang rusak dan tidak bisa digunakan. Cat dinding mengelupas sehingga terlihat kumuh. Beberapa bagian konstruksi juga tampak rapuh dan berpotensi membahayakan pengguna.
Warga menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan citra Kota Batu sebagai kota pariwisata. Setiap tahun, Kota Batu menerima ribuan wisatawan dari berbagai daerah. Fasilitas publik seperti halte dinilai seharusnya menjadi bagian dari wajah kota yang bersih dan tertata.
Salah satu pengguna transportasi umum mengaku enggan menunggu bus terlalu lama di halte karena kondisinya tidak nyaman. Saat hujan turun, air masuk dari celah atap yang bocor. Penumpang terpaksa berdiri atau mencari tempat berteduh lain.
Keluhan juga muncul dari masyarakat yang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta adanya revitalisasi menyeluruh, bukan sekadar perbaikan ringan. Halte diharapkan kembali aman, bersih, dan memiliki fasilitas memadai seperti bangku yang kokoh dan atap yang tidak bocor.
Menurut warga, pembenahan halte juga dapat mendorong minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Jika fasilitas nyaman dan aman, masyarakat akan lebih percaya untuk memanfaatkannya dalam aktivitas sehari hari.
Sementara itu, dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Batu disebut telah menerima aspirasi masyarakat. Pihak dinas menyatakan akan melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat. Kajian tersebut mencakup tingkat kerusakan, kebutuhan anggaran, serta skema revitalisasi yang memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik. Upaya tersebut menjadi bagian dari penataan infrastruktur kota agar lebih optimal dan mendukung kenyamanan warga maupun wisatawan.
Warga berharap proses kajian tidak memakan waktu lama. Mereka ingin perbaikan segera direalisasikan agar lima halte tersebut kembali berfungsi dengan baik dan mencerminkan wajah Kota Batu sebagai destinasi wisata yang tertata dan ramah bagi semua pengguna transportasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung