Bandung – Winger Arema FC, Paulinho Moccelin, menjadi sorotan tajam usai laga melawan Oxford United dalam lanjutan Piala Presiden 2025, Kamis (10/7/2025). Pemain asal Brasil itu menuai hujatan dari netizen setelah pelanggarannya terhadap bintang Timnas Indonesia, Ole Romeny, membuat sang striker mengalami cedera serius.
Pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, tersebut menyisakan kesan pahit meski berlangsung sengit. Ole Romeny, yang sempat mencetak satu gol ke gawang Arema FC, harus ditarik keluar lapangan usai engkelnya terinjak Paulinho dalam satu momen duel.
Baca juga: Gagal Pertahankan Gelar Piala Presiden, Arema Tersingkir dari Fase Grup Marcos Santos Tetap Bangga
Tak butuh waktu lama, kolom komentar di akun Instagram Paulinho diserbu ribuan kritik dari para penggemar sepak bola tanah air. Bahkan akun resmi Arema FC juga ikut dibanjiri komentar bernada kecewa.
Meskipun akhirnya mengunci kolom komentarnya, Paulinho mengaku sangat terpukul. Rasa bersalah membuatnya tak bisa tidur nyenyak. Pelanggaran tersebut, meski tidak disengaja, berdampak besar karena Ole terancam absen di laga final melawan Port FC pada Minggu (13/7/2025).
Tak ingin berlarut dalam rasa bersalah, Paulinho bersama asisten pelatih Arema FC, Andre Caldas, mencoba menemui Ole di hotel tempat tim Oxford United menginap, Jumat (11/7/2025). Sayangnya, mereka tidak bisa bertemu langsung karena Ole masih menjalani pemulihan.
Mereka justru disambut oleh asisten pelatih Oxford United, Mark Sale, dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada tim.
“Saya menerjemahkan keinginan Paulinho. Dia benar-benar merasa tidak enak dan ingin berbicara langsung dengan Ole. Tapi kami mengerti jika hari ini belum memungkinkan. Kami semua, termasuk Paulinho dan pihak Arema FC, menyampaikan permintaan maaf,” ujar Andre Caldas.
Respon positif datang dari pihak Oxford United. Mark Sale menyampaikan bahwa Ole tidak menyimpan dendam atas insiden tersebut dan memahami bahwa pelanggaran seperti itu bisa saja terjadi dalam pertandingan.
“Dia tidak berpikir buruk tentang Paulinho. Dalam sepak bola, hal seperti itu bisa saja terjadi,” kata Mark menanggapi.
Meskipun begitu, Paulinho tetap berharap bisa berbicara langsung dengan Ole Romeny, suatu hari nanti. Ia juga mempertimbangkan untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi melalui media sosial.
Usai laga, Ole sempat mengunggah Instagram Story yang menyinggung keputusan wasit yang hanya memberikan kartu kuning kepada Paulinho. Dalam tayangan ulang VAR, terlihat bahwa injakan itu mendarat di engkel — pelanggaran yang biasanya diganjar kartu merah. Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus tak lama kemudian, diduga karena dibuat dalam kondisi emosi.
Saat ini, Ole masih menjalani pemulihan dan menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan apakah ia bisa tampil di laga final Piala Presiden 2025.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, momen tak terduga bisa terjadi kapan saja. Namun, sikap sportif dan keberanian untuk meminta maaf secara tulus seperti yang ditunjukkan Paulinho juga layak diapresiasi. Kini, perhatian tertuju pada pemulihan Ole Romeny dan langkah Arema FC ke depan dalam menyikapi tekanan dari publik dan fans.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@aremamedia