Senin, 14 JULI 2025 • 17:11 WIB

Hari Pertama Sekolah, Antusias Orang Tua di Malang Rela Menunggu di Depan Jendela Kelas

Author

Wali murid siswa baru (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang – Suasana haru dan hangat mewarnai hari pertama masuk sekolah di berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang, Senin (15/7/2025). Momen ini menjadi pengalaman emosional tersendiri, khususnya bagi para orang tua siswa kelas 1 SD yang baru pertama kali melepas buah hati mereka memasuki dunia pendidikan formal.

Sejak pagi, halaman sekolah-sekolah dasar tampak penuh dengan wajah-wajah antusias, tak hanya dari siswa berseragam baru dengan tas dan sepatu yang masih mengilap, tetapi juga dari para ibu yang mendampingi anak-anak mereka dengan penuh perhatian. Beberapa terlihat tak kuasa menahan senyum haru, sementara lainnya berkali-kali menunduk menyeka air mata.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Belanja Alat Sekolah di Malang yang Wajib Dikunjungi Jelang Tahun Ajaran Baru

“Ini pertama kali anak saya masuk SD. Rasanya campur aduk senang, bangga, tapi juga sedih harus melepas dia masuk kelas sendiri,” ujar Dwi (33), seorang ibu yang menunggu di luar ruang kelas SDN di kawasan Sukun.

Menunggu di Tepi Jendela, Menyemangati dari Jauh

Tak sedikit ibu yang rela berdiri di luar kelas, mengintip dari jendela hanya untuk memastikan anaknya baik-baik saja. Beberapa bahkan membawa bekal atau minuman untuk berjaga-jaga jika sang anak merasa tidak nyaman atau menangis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu sekolah, tapi hampir merata di berbagai wilayah di Kota Malang.

Pihak sekolah pun memaklumi antusiasme ini. Beberapa guru tampak menenangkan orang tua yang belum sepenuhnya siap berpisah, sembari mengajak siswa bermain dan memperkenalkan lingkungan kelas.

“Kami memahami, hari pertama masuk sekolah memang momen besar, terutama untuk siswa baru dan orang tua mereka. Maka kami sengaja buat kegiatan yang ringan dan menyenangkan agar anak-anak cepat beradaptasi,” jelas Bu Evi, guru kelas 1 di salah satu SD Negeri di Kecamatan Lowokwaru.

Meski terjadi setiap tahun, hari pertama masuk sekolah selalu menyimpan kisah yang sama menyentuhnya. Ada anak yang langsung ceria dan bersemangat, namun tak sedikit pula yang merengek enggan ditinggal. Di balik semua itu, peran orang tua khususnya para ibu menjadi kunci dukungan emosional paling penting.

Beberapa sekolah bahkan menyediakan waktu khusus untuk “pendampingan transisi”, di mana orang tua diperbolehkan berada di sekitar area kelas selama 1–2 hari pertama, guna membantu anak beradaptasi secara perlahan.

“Anak saya tadi sempat nangis waktu saya pamit pulang. Tapi begitu lihat saya masih di luar jendela, dia tenang. Jadi ya saya tungguin dulu, nggak apa-apa,” kata Ririn (29), sambil tersenyum kecut.

Hari pertama masuk sekolah memang bukan hanya milik anak-anak, tapi juga milik orang tua. Momen ini menandai awal dari perjalanan panjang pendidikan, sekaligus melatih kepercayaan dan kemandirian—baik bagi anak maupun orang tuanya.

Bagi sebagian besar ibu di Kota Malang hari ini, berdiri di luar jendela kelas adalah bentuk cinta paling sederhana namun dalam: memastikan dari jauh, bahwa anaknya siap menapak dunia yang baru, sambil perlahan belajar melepaskan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU