Selasa, 22 JULI 2025 • 13:27 WIB

Ian Puleio, Puzzle Serangan Arema yang Sudah Lama Ditunggu Marcos Santos

Author

Ian Puleio (aremafc.com)
Malang - Arema FC akhirnya resmi memperkenalkan rekrutan anyar mereka, Ian Puleio, pada Senin (21/7/2025). Meski baru bergabung secara resmi, nyatanya nama Ian sudah lama ada dalam daftar incaran pelatih Marcos Santos sejak awal penyusunan skuad Super League 2025–2026. Winger asal Argentina ini merupakan salah satu puzzle penting dalam racikan strategi sang pelatih asal Brasil.

Pemain berusia 27 tahun ini sebelumnya memperkuat FK Decic Tuzi, klub papan atas Liga Montenegro. Keputusannya hijrah ke Malang menjadi bagian dari ambisi Arema untuk tampil lebih menggigit di musim ini. Ian pun tercatat sebagai pemain asing kesembilan yang digaet manajemen Singo Edan.

General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa sejak awal kesepakatan dengan Marcos Santos, manajemen sudah mengantongi sejumlah nama pemain asing yang diusulkan sang pelatih. Nama Ian termasuk salah satu yang paling direkomendasikan untuk memperkuat sektor depan.

Baca juga: Arema Sempat Ajukan Revisi Sebelum Setuju Jadwal Super League 2025–2026

“Dari awal Coach Marcos sudah kasih beberapa nama. Ian itu memang sudah masuk daftar, cuma karena kita fokus datangkan yang paling urgent dulu, baru sekarang kita realisasikan setelah evaluasi kebutuhan tim,” kata Yusrinal.

Menariknya, sebelum resmi memilih Ian, Arema sempat mempertimbangkan dua nama pemain untuk mengisi posisi winger. Namun akhirnya, Ian dipilih karena dinilai paling versatile dan punya kualitas di atas rata-rata.

“Kita butuh pemain depan yang bisa fleksibel. Ian bukan cuma lincah di sisi sayap, dia juga bisa dimainkan sebagai striker tengah. Ini penting kalau sewaktu-waktu kita butuh pengganti Dalberto,” jelas Inal, sapaan akrab Yusrinal.

Kehadiran Ian juga semakin memperkuat aroma Latin yang kini terasa kental di tubuh Arema FC. Setelah sebelumnya mendatangkan tujuh pemain asal Brasil dan satu dari Kolombia, masuknya Ian dari Argentina menjadikan ruang ganti Arema seperti miniatur sepak bola Amerika Selatan.

“Meski dari Argentina, dia masih satu rumpun dengan pemain Brasil. Komunikasi jadi lebih mudah, chemistry lebih cepat terbangun, dan itu yang kita butuhkan,” pungkas Inal.

Arema kini memiliki kombinasi yang semakin tajam dan variatif di lini depan. Kehadiran Ian bukan hanya menambah kekuatan di atas kertas, tapi juga menyuntikkan semangat baru dalam misi Singo Edan mengaum lebih kencang di musim kompetisi yang semakin kompetitif ini. Harapannya, Ian bisa jadi kunci kejutan Arema yang selama ini ditunggu-tunggu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU