Malang - Inovasi sistem pembayaran parkir menggunakan QRIS yang sudah berjalan sejak 2024 di Kota Malang ternyata mendapat tantangan baru. Beberapa titik, termasuk Pasar Oro-Oro Dowo di Jalan Guntur, Klojen, dilaporkan mengalami kerusakan pada papan QR code. Kondisi ini menyebabkan proses transaksi kembali menggunakan sistem manual sepenuhnya.
Seorang juru parkir di lokasi tersebut mengaku bahwa sejak kerusakan sekitar tiga bulan lalu, ia terpaksa meminta pengunjung membayar tunai. Ia juga sempat melepas kendaraan pengunjung yang tidak membawa uang tunai, karena tidak bisa memproses pembayaran digital karena QR code yang rusak.
Baca juga: Fasilitas QRIS Parkir Rusak di Beberapa Titik Kota Malang, Diduga Ulah Tangan Jahil
Menanggapi hal ini, Dinas Perhubungan Kota Malang langsung bergerak mencari kejelasan penyebab kerusakan. Kemungkinan yang muncul bisa jadi akibat terpukul ranting atau vandalisme, namun penyelidikan masih berlanjut. Pihak dinas berencana memanggil para juru parkir dari lokasi yang terdampak untuk mendata alat mana saja yang rusak dan menghimpun informasi detail.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, pihak dinas telah merencanakan inovasi sistem QRIS yang lebih fleksibel. Alih-alih menggunakan papan permanen di parkiran, mereka menyiapkan rompi khusus bagi juru parkir yang ditandai dengan kode batang QRIS. Rompi ini akan mudah dibawa kemana-mana, memberi kemudahan saat memindai sekaligus mengurangi risiko kerusakan alat berat.
Dengan jumlah juru parkir mencapai sekitar 3.500 orang, dinas berencana menggandeng pihak ketiga untuk pengadaan rompi baru prakarya ini. Solusi ini diharapkan tidak hanya menekan angka kerusakan, tetapi juga memperkuat kebiasaan membayar digital di ruang publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kominfo Pemkot Malang