Malang - Pemerintah Kota Malang baru-baru ini menggelar Operasi Sadar Keselamatan, Ketertiban Lalu Lintas, dan Angkutan Jalan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi yang cerdas dan menyentuh langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Raya Langsep dan melibatkan sinergi antara Dishub, Polresta Malang Kota, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Lebih dari 225 kendaraan terutama truk dan armada pengangkut bahan pokok diperiksa secara menyeluruh, termasuk dokumen, kondisi fisik kendaraan, dan kesesuaiannya dengan rute serta muatan. Sekitar 35 kendaraan terjaring karena bermasalah, seperti tidak membawa surat lengkap atau melebihi kapasitas kendaraan (ODOL).
Operasi ini bukan hanya soal menegakkan aturan lalu lintas, tetapi juga upaya untuk memastikan distribusi barang kebutuhan tetap lancar salah satu kunci menjaga kestabilan harga di pasar. Wali Kota Malang menegaskan bahwa intervensi semacam ini merupakan respons langsung terhadap laporan keterlambatan distribusi barang, yang bisa berakibat pada kelangkaan dan lonjakan hargaDisway Malang.
Dengan turun langsung ke lapangan, Pemkot tidak hanya menertibkan secara administratif, tetapi juga memetakan potensi hambatan distribusi—entah itu kendaraan rusak, jalur tak aman, atau masalah perizinan. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen daerah untuk merespon arahan pusat dalam pengendalian inflasi secara nyata.
Intinya: Kombinasi pengawasan distribusi barang dan penertiban lalu lintas dilakukan untuk menjaga pasokan bahan pokok tetap stabil dan harga bisa terkendali. Demo nyata bahwa kendali inflasi bisa dimulai bukan hanya dari pengawasan pasar, tetapi juga dari seberapa lancarnya barang bisa sampai ke tangan konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News