Malang - Bank Kepegawaian Negara (BKN) semakin optimis bahwa sistem manajemen talenta mampu menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif. Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa perubahan sistem ini akan mempercepat dan mempermudah pengisian jabatan kosong di lingkungan pemerintahan daerah.
Selama ini, pengisian jabatan seringkali melalui proses panjang seperti open bidding dan job fit. Dengan manajemen talenta, jabatan kosong dapat langsung diisi oleh ASN berbasis penilaian kompetensi dan potensi melalui sistem “satu pintu” yang lebih cepat, efisien, dan akurat. Zudan menyatakan, “Dengan manajemen talenta, yang pelaksana tugas tadi bisa ditempatkan, tidak perlu open bidding dan job fit.
Baca juga: Sound Horeg Gegerkan Desa Donowarih, Lansia & Penyandang Sakit Diminta 'Mengungsi' Saat Karnaval
Contohnya, ketika seorang Pelaksana Tugas (Plt) menunjukkan kinerja baik selama tiga bulan, ia bisa diperpanjang menjadi enam bulan dan kemudian dikukuhkan menjadi pejabat definitif tanpa proses panjang. Hal ini diyakini akan menjaga kelangsungan program kerja dan pelayanan publik secara konsisten.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan dukungannya. Ia menyebut bahwa provinsi ini siap menjadi "lumbung talenta nasional" dengan metode talent DNA untuk memetakan kompetensi ribuan ASN secara digital.
Jawa Timur juga sudah menerima sejumlah penghargaan dari BKN atas penerapan sistem ini. Selain itu, sejumlah kabupaten dan kota di wilayahnya telah bergabung, menjadikan Jatim pionir percepatan transformasi birokrasi berbasis talenta.
Dengan basis data kompetensi yang kuat, BKN menargetkan dapat menyediakan talenta unggul untuk misi nasional. Jika Presiden membutuhkan figur tertentu, sistem dapat segera menugaskan ASN tepat waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News