Malang - Ratusan pelajar dari berbagai latar belakang agama meramaikan suasana menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI di pusat Kota Malang. Dalam acara bertema Barikan Anak Nusantara ke-4, mereka berkumpul untuk ikut serta dalam kegiatan penuh makna yang digagas oleh organisasi kerukunan antarumat beragama.
Dengan semangat toleransi dan persatuan, sekitar 530 anak didampingi oleh panitia, menjalani prosesi doa bersama lintas agama. Mereka tampil sebagai pembawa acara, pembaca doa, dan peserta aktif menjadikan momen ini lebih inklusif dan mengesankan. Acara diawali dengan arak-arakan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Selanjutnya, anak-anak dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta penghayat kepercayaan, bersama-sama memanjatkan doa untuk Indonesia agar selalu damai dan kuat menyongsong masa depan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai toleransi dan cinta tanah air sejak usia dini. Di tengah keragaman keyakinan, anak-anak diajak belajar menghormati perbedaan dan bersatu dalam keberagaman. Mereka juga berharap Indonesia segera bangkit, pulih dari segala tantangan, dan siap menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemerintah daerah. Banyak yang menyampaikan harapannya agar semangat harmonisasi yang tumbuh dari acara ini dapat terus dikembangkan sebagai tradisi yang mengakar menjadi bagian dari identitas Kota Malang yang religius, toleran, dan penuh persatuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online