Malang - Kabar kurang menyenangkan menghampiri Arema FC. Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi tambahan kepada gelandang bertahan mereka, Roberto Pimenta Vinagre Filho atau yang akrab disapa Betinho. Akibatnya, pemain asal Brasil itu dipastikan absen memperkuat Singo Edan di seluruh pertandingan Super League sepanjang September 2025.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Komdis PSSI bernomor 032/L1/SK/KD-PSSI/IX/2025 yang dikeluarkan usai sidang disiplin pada Selasa (2/9/2025). Sidang membahas pelanggaran disiplin Betinho saat laga Persijap Jepara vs Arema pada 30 Agustus lalu di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Dalam laga tersebut, Betinho diganjar kartu merah langsung oleh wasit Ginanjar Rahman Latief setelah melakukan sikutan keras kepada pemain lawan. Aksi itu dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI 2023, dan bukti-bukti yang ada memperkuat keputusan sidang.
Tak Bisa Banding, Hukuman Lebih Berat Mengintai
Berdasarkan Pasal 49 ayat 1 huruf (d) dan ayat 2 Kode Disiplin PSSI 2023, Betinho dijatuhi larangan bermain tambahan sebanyak dua pertandingan. Hukuman ini berlaku sejak keputusan diterbitkan dan otomatis menambah larangan satu laga akibat kartu merah yang sudah diterimanya.
Artinya, Betinho akan melewatkan tiga laga beruntun:
Pekan 5 melawan Dewa United (sanksi kartu merah),
Pekan 6 melawan Persib Bandung,
Pekan 7 melawan Persis Solo.
Selain itu, Arema juga harus membayar denda Rp10 juta kepada Komdis PSSI. Keputusan ini bersifat final dan tidak bisa diajukan banding. Bahkan, Komdis menegaskan hukuman bisa lebih berat jika Betinho mengulangi kesalahan serupa di masa depan.
Pukulan Bagi Arema, Momentum Introspeksi Bagi Pemain
Absennya Betinho tentu menjadi kerugian besar bagi Arema FC. Pemain bernomor punggung 28 ini selama ini dikenal sebagai jangkar lini tengah yang vital dalam memutus serangan lawan. Hilangnya sosok Betinho membuat tim pelatih Arema harus memutar otak mencari opsi pengganti yang sepadan.
Meski demikian, keputusan ini bisa menjadi titik balik dan pelajaran penting. Dunia sepak bola bukan hanya soal skill dan strategi, tetapi juga kedewasaan mental serta sportivitas di lapangan.
Komdis PSSI melalui keputusannya ingin memberi pesan tegas: disiplin adalah harga mati, dan sepak bola Indonesia harus dijalankan dengan sikap profesional serta fair play.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com