Malang - Universitas Brawijaya kini tengah menyiapkan “UB Forest”, kawasan hutan kampus, untuk diubah fungsinya menjadi pusat pendidikan dan pelatihan (diklat). Upaya ini bertujuan menjadikan UB Forest sebagai wahana belajar langsung soal ekologi, konservasi, dan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan bidang akademik.
Rencananya, berbagai program diklat seperti pengelolaan hutan kota, pendidikan lingkungan, pelatihan konservasi, dan penelitian terapan akan dipusatkan di kawasan UB Forest. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu pun diharapkan bisa menggunakan hutan kampus sebagai lab lapangan yang nyata bukan sekadar ruang teori.
Selain itu, UB Forest akan menjadi lokasi bagi kegiatan publik terkait lingkungan, seperti workshop, kunjungan edukatif sekolah, serta program penanaman pohon. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tapi juga menjadi pusat aksi nyata bagi pelestarian alam di wilayah Malang Raya.
Pengelolaan kawasan ini akan melibatkan kolaborasi antara fakultas, lembaga penelitian, dan unit lingkungan kampus. Inovasi dalam pengelolaan flora dan fauna, serta metode restorasi habitat, diharapkan bisa menjadi paket yang menarik bagi peserta diklat maupun masyarakat luas.
Dengan langkah ini, Universitas Brawijaya menunjukkan komitmen untuk memperkuat posisi sebagai pusat unggulan pendidikan lingkungan. UB Forest diharapkan menjadi tonggak transformasi kampus menjadi living campus yang berwawasan lingkungan dan siap menjawab tantangan perubahan iklim serta urbanisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News