Malang - Kota Malang hari ini diselimuti nuansa budaya yang semarak. Ribuan peserta kirab budaya turun ke jalan untuk memperingati 200 tahun salah satu bentuk toleransi umat beragama di Kota Malang.
Sejak pagi, rombongan kirab sudah memadati ruas jalan utama. Kostum warna-warni, barongsai, musik tradisional, hingga atraksi budaya lintas etnis ikut menyemarakkan suasana. Tak sedikit warga yang rela berdesakan di tepi jalan untuk menyaksikan momen bersejarah ini.
Peserta kirab melintas di kawasan Stasiun Malang menuju Balai Kota. Untuk sementara, setengah jalur jalan ditutup agar rombongan bisa lewat dengan tertib. Petugas kepolisian dan relawan turut berjaga, mengarahkan arus lalu lintas sehingga perayaan tetap berlangsung aman dan nyaman.
“Kirab ini bukan hanya selebrasi ulang tahun Klenteng, tetapi juga wujud kebersamaan warga Malang dalam merawat keragaman budaya. Dua abad perjalanan Klenteng Eng An Kiong adalah bukti kuatnya semangat toleransi di kota ini,” ungkap salah satu panitia kirab.
Tak hanya warga Tionghoa, acara ini juga melibatkan komunitas lintas agama dan seni. Mulai dari kelompok reog, jaranan, hingga marching band sekolah ikut menampilkan pertunjukan terbaik mereka. Inilah yang membuat kirab budaya terasa istimewa sebuah ruang perjumpaan budaya yang menyatukan banyak identitas.
Momen dua abad ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus inspirasi. Bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan warisan yang harus terus dirawat dari generasi ke generasi.
Kirab budaya Klenteng Eng An Kiong bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi. Tentang bagaimana Malang tumbuh sebagai kota yang ramah, terbuka, dan menjadikan harmoni sebagai napas kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung