Dua Keluarga Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Kembalikan Santunan: “Biarlah untuk Kemaslahatan Pesantren”
Sidoarjo – Sikap mengharukan ditunjukkan oleh keluarga santri korban tragedi ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Mereka memutuskan untuk mengembalikan uang santunan yang sebelumnya diberikan oleh pihak pesantren.
Santunan tersebut awalnya diserahkan langsung oleh Dewan Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KHR Muhammad Ubaidillah Mujib atau yang akrab disapa Kiai Mamad, pada Sabtu (4/10/2025). Namun sehari sebelumnya, Jumat (3/10/2025), Ustadz Achmad Faiq, ayah dari salah satu korban, telah memutuskan untuk mengembalikan santunan itu.
Dengan keteguhan hati, Ustadz Faiq menyampaikan bahwa keluarganya telah menerima musibah ini sebagai takdir dari Allah SWT. Ia berharap santunan yang dikembalikan dapat digunakan untuk kemaslahatan pesantren.
“Ini kami kembalikan untuk kepentingan pembangunan musala pesantren dan kegiatan lainnya,” ujar Ustadz Achmad Faiq.
Tindakan serupa juga dilakukan oleh keluarga almarhum Muhammad Sholeh bin Abdurrahman (22), santri asal Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Wali korban, Abdul Fattah, yang merupakan kakak kandung almarhum, turut mengembalikan santunan duka serta biaya kargo pemulangan jenazah yang sebelumnya diberikan pihak pesantren pada 30 September 2025.
Sikap kedua keluarga korban ini menuai rasa haru dan hormat dari berbagai pihak. Mereka menilai langkah tersebut sebagai wujud ketulusan dan keikhlasan yang tinggi, sekaligus bentuk penghormatan kepada lembaga tempat para santri menimba ilmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online