Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 06:54 WIB

Peninggalan Candi Songgoriti Terancam, Tak Ada Alokasi Dana Perawatan

Author

Bangunan Candi Songgoriti di Desa Songgokerto, Kota Batu. (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Di kawasan kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, tersimpan sebuah situs bersejarah bernama Candi Songgoriti. Peninggalan dari era Mpu Sindok ini kini menghadapi tantangan serius: minimnya dana membuat perawatan rutin nyaris tak terlaksana.

Candi ini diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10 Masehi, masa pemerintahan Mpu Sindok yang memimpin dari Kerajaan Medang Jawa Timur. Struktur yang tersisa hanya fondasi dan kaki badan candi dari batu andesit, sementara atapnya telah runtuh. 

Berlokasi di lembah antara Gunung Arjuno dan Gunung Kawi pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut, keunikan Candi Songgoriti semakin terasa karena berdiri tepat di atas sumber mata air panas yang dipercaya masyarakat sebagai bagian dari fungsi religius bangunan ini. 

Namun kondisi mendesak kini muncul: tanpa alokasi dana khusus dari pemerintah atau dukungan yang jelas, pemeliharaan candi sangat terbatas. Papan informasi sudah banyak yang kosong, batuan mulai ditumbuhi lumut dan jamur, dan akses untuk publik kurang terkelola dengan baik. 

Para juru kunci secara bergiliran menjaga lokasi dengan alat sederhana seperti sapu lidi untuk membersihkan lumut. Tetapi mereka juga menyebut bahwa idealnya situs ini perlu restorasi besar agar tak rusak lebih lanjut dan agar nilai sejarahnya dapat kembali dirasakan oleh generasi muda. 

Keberadaan candi ini bukan hanya soal arkeologi, tapi juga soal identitas. Tanpa perawatan yang cukup, warisan sejarah seperti ini berisiko rusak dan terlupakan. Diperlukan langkah konkret baik pembiayaan, kolaborasi pemangku kepentingan, maupun peningkatan kesadaran publik agar Candi Songgoriti tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya yang hidup.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU