Malang - Pemerintah Kota Malang mengambil langkah nyata untuk mendukung operasional bus TransJatim. Pemerintah kota menyiapkan dua skema utama, yakni pengalokasian Belanja Tak Terduga (BTT) dan penataan ulang rute angkutan umum (rerouting).
Wali Kota Malang menjelaskan bahwa dana BTT akan digunakan sebagai dukungan finansial untuk angkutan feeder yang akan terhubung ke koridor TransJatim. Selain itu, dilakukan rerouting agar angkutan kota sebagai feeder tidak bertabrakan atau bersaing langsung dengan koridor bus TransJatim.
Hal tersebut penting karena anggaran APBD Kota Malang untuk 2025 telah ditetapkan dan dialokasikan untuk program kerja utama. Saat ini pemerintah kota masih menghitung besaran alokasi BTT untuk program feeder tersebut.
Rute yang akan ditata ulang mencakup angkutan kota yang telah lama beroperasi namun belum diperbarui agar dapat bersinergi dengan koridor bus TransJatim. Operasional koridor pertama bus TransJatim di wilayah Malang-Batu dijadwalkan mulai akhir November 2025 dengan 15 unit armada (14 unit aktif dan satu unit cadangan).
Pemerintah kota optimistis jika rute hingga armada berjalan maksimal, maka masyarakat akan lebih mudah bermobilitas dan kemacetan bisa berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News